Simak, ini Alasan Sandiaga Uno Investasi Sektor Sertifikasi
:
0
Sandiaga Uno pilih investasi sektor serifikasi. FOTO - Dok MUTU
EmitenNews.com - Perhatian terhadap ekonomi hijau mendorong perubahan arah investasi. Taak hanya pada sektor energi terbarukan, dan kendaraan listrik, tetapi juga pada perusahaan mendukung penerapan standar keberlanjutan berbagai sektor industri.
Investor sekaligus pengusaha nasional Sandiaga Salahuddin Uno menilai, Indonesia memerlukan lembaga mampu memastikan proses bisnis memenuhi standar diakui secara nasional maupun internasional. Pandangan itu, menjadi salah satu alasan dirinya berinvestasi di PT Mutuagung Lestari (MUTU), perusahaan bergerak bidang sertifikasi, inspeksi, pengujian, dan verifikasi.
Menurut Sandiaga, transisi menuju ekonomi hijau membutuhkan lebih dari sekadar investasi dan pengembangan teknologi. Selain itu, dibutuhkan sistem yang mampu membangun kepercayaan di antara pelaku usaha, pemerintah, investor, dan pasar global.
"Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam ekonomi hijau. Namun, potensi tersebut harus didukung oleh sistem yang mampu memastikan setiap proses memenuhi standar yang diakui secara global. Di sinilah peran perusahaan seperti MUTU menjadi sangat penting," kata Sandiaga Uno dalam keterangan tertulis pada Kamis (23/7/2026).
Seiring meningkatnya perhatian terhadap praktik bisnis berkelanjutan, perusahaan di berbagai sektor menghadapi tuntutan untuk memenuhi beragam standar, mulai dari aspek lingkungan, keamanan pangan, sertifikasi halal, hingga tata kelola perusahaan. "Persyaratan tersebut juga menjadi salah satu faktor menentukan akses produk Indonesia ke pasar internasional," imbuhnya.
Kondisi tersebut diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan terhadap layanan sertifikasi, inspeksi, pengujian, dan verifikasi, seiring pertumbuhan industri dan meningkatnya tuntutan pasar terhadap kepatuhan terhadap standar. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang tersebut, MUTU dinilainya memiliki posisi dalam mendukung pelaku usaha memenuhi berbagai standar nasional maupun internasional.
Dirimya mengatakan, investasinya juga didasarkan pada pandangan bahwa penguatan infrastruktur standar menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing industri nasional. "Bagi kami, investasi ini bukan hanya melihat pertumbuhan bisnis perusahaan. Lebih dari itu, kami melihat MUTU sebagai bagian dari fondasi yang dibutuhkan Indonesia untuk meningkatkan daya saing industri dan mempercepat transformasi menuju ekonomi hijau," ujarnya.
Selain layanan sertifikasi dan jaminan, MUTU juga mengembangkan layanan bidang halal, pangan, dan keberlanjutan dibutuhkan berbagai sektor usaha. "Meningkatnya perhatian terhadap aspek keberlanjutan dan kepatuhan terhadap standar ini membuka peluang pertumbuhan bagi industri jasa sertifikasi, sekaligus memperkuat kesiapan dunia usaha Indonesia dalam menghadapi persaingan di pasar global," paparnya. (*)
Related News
Emiten Prajogo (TPIA) Buyback Rp2 Triliun via BCA Sekuritas
Emiten Aguan Raup Laba Naik 38,46 Persen, Efek iPhone 18 Pro Series?
Saham SUPA Bangkit, Laba Meroket 398,8 Persen
Kuartal III, COIN Berbalik Boncos Rp40,78 Miliar
WISL Siapkan Kas Rp2,12 Triliun Buat Lunasi Utang
BNI Buyback Rp547 Miliar, Durasi Sampai 27 Januari





