SOTS Berbalik Untung, Laba Meroket 116,98 Persen, dan Berstatus HSC
:
0
Fasilitas kolam renang salah satu hotel besutan perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Satria Kencana (SOTS) per 31 Maret 2026 mengemas laba bersih Rp674,34 juta. Melambung 116,98 persen dari periode sama tahun lalu dengan tabulasi rugi Rp3,97 miliar. Oleh sebab itu, laba per saham dasar menjadi Rp0,63 dari posisi sebelumnya minus Rp4,02.
Jumlah pendapatan Rp4,92 miliar, bertambah dari apisode sama tahun lalu Rp4,45 miliar. Itu terdiri dari pendapatan hotel Rp4,88 miliar, melonjak dari posisi sama tahun sebelumnya Rp4,41 miliar. Pendapatan dari Spa Rp33,28 juta, menanjak dari fase sama tahun 2025 senilai Rp31,86 juta.
Total beban pokok pendapatan Rp2,15 miliar, bengkak dari Rp1,66 miliar. Itu meliputi beban hotel Rp2,13 miliar, berkurang dari Rp1,65 miliar. Beban Spa Rp21,74 juta, bengkak dari Rp17,65 juta. Laba kotor Rp2,77 miliar, susut dari Rp2,78 miliar. Beban penjualan Rp296,57 juta, bertambah dari Rp232,85 juta.
Beban umum dan administrasi Rp5,78 miliar, bengkak dari Rp5,37 miliar. Total beban usaha Rp6,07 miliar, bengkak dari Rp5,6 miliar. Rugi usaha Rp3,3 miliar, bertambah dari Rp2,82 miliar. Pendapatan bunga Rp9,98 juta. Beban keuangan Rp1,18 miliar, dan laba tahun berjalan Rp625,36 miliar, berbalik dari rugi Rp4,02 miliar.
Jumlah ekuitas terkumpul Rp183,62 miliar, mengalami lonjakan dari akhir tahun sebelumnya Rp179,27 miliar. Total liabilitas tercatat Rp235,29 miliar, mengalami penyusutan dari akhir tahun lalu sejumlah Rp235,92 miliar. Jumlah aset Rp418,92 miliar, mengalami lonjakan dari akhir 2025 sebesar Rp415,2 miliar.
Berlabel HSC
Perseroan masuk salah satu barisan emiten dengan kepemilikan saham terpusat alias Highly Concentrated Shareholding (HSC) per 2 April 2026. Dalam kelompok itu, perseroan ditemani Barito Renewables Energy (BREN) 97,31 persen, Dian Swastatika Sentosa (DSSA) 95,76 persen, Abadi Lestari Indonesia (RLCO) 95,35 persen.
Lalu, Rockfileds Properti Indonesia (ROCK) 99,85 persen, Panca Anugrah Wisesa (MGLV) 95,94 persen, Ifishdeco (IFSH) tercatat 99,77 persen, diikuti Satria Mega Kencana (SOTS) 98,35 persen, Samator Indo Gas (AGII) 97,75 persen, dan Lima Dua Lima Tiga (LUCY) 95,74 persen.
Berdasar ketentuan terbaru BEI, emiten dengan free float kurang 14 persen, dan menyandang status HSC haram masuk LQ45, IDX30, dan IDX80. Oleh sebab itu, berdasar regulasi terbaru itu, perseroan bersama dengan 8 emiten lainnya tidak bisa mencium aroma LQ45, IDX30, dan IDX80.
Penyesuaian tersebut berlaku pada evaluasi mayor April 2026, dan efektif pada hari bursa pertama bulan Mei 2026. Tepatnya, pada Senin, 4 Mei 2026. Berdasar hasil penyesuaian itu, maka kriteria universe untuk indeks IDX80 menjadi enam lapis dari sebelumnya hanya lima kriteria.
Related News
Bagikan Dividen Rp850M, Bank Jatim dapat Apresiasi Gubernur Khofifah
Operasi Senyap Lo Kheng Hong kala Kinerja, dan Saham DILD Melorot
ISAT Jadwal Dividen Jumbo, Cum Date 13 Mei 2026
Cum Date Dividen Bank BJB (BJBR) Hari Ini, Segini Besarannya
Makin Agresif, Prajogo Lego Saham CUAN Rp467,96 Miliar
NICL Bagi Dividen Rp382,88 Miliar, Cum Date 12 Mei 2026





