EmitenNews.com - Perkuat kinerja operasional, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) melakoninya melalui penerapan operational excellence yang konsisten di seluruh wilayah kerja. Produksi listrik PGE pada semester I-2026 mencapai 2.745 gigawatt hour (GWh), meningkat 13,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

“Strategi tersebut mendorong peningkatan produksi listrik sekaligus menopang pertumbuhan kinerja keuangan Perseroan pada semester I-2026,” kata Direktur Keuangan PGE, Fransetya Hasudungan Hutabarat dalam keterangannya seperti dikutip  Selasa (4/8/2026).

Produksi listrik PGE pada semester I-2026 mencapai 2.745 gigawatt hour (GWh), meningkat 13,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kontribusi hampir seluruh wilayah operasi PGE.

Termasuk peningkatan produksi di Kamojang, Ulubelu, Lahendong, Karaha, serta kontribusi penuh PLTP Lumut Balai Unit 2 yang mulai beroperasi komersial pada akhir Juni 2025. 

Peningkatan produksi tersebut turut mendorong pendapatan Perseroan menjadi USD235,027 juta atau tumbuh 14,7 persen secara tahunan, serta laba bersih sebesar USD79,605 juta atau meningkat 15,48 persen dibandingkan semester I-2025.

Fransetya Hasudungan Hutabarat, mengatakan kinerja operasional yang solid menjadi pondasi utama bagi pertumbuhan pendapatan, profitabilitas, dan arus kas Perseroan pada semester pertama tahun 2026. Sejalan dengan pertumbuhan produksi listrik sebesar 13,62 persen, Perseroan berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba yang sehat.

Fransetya mengemukakan, pertumbuhan tersebut mencerminkan keberhasilan perseroan dalam mengoptimalkan operasi pembangkit untuk memenuhi meningkatnya kebutuhan listrik nasional. Kualitas pertumbuhan laba Perseroan juga tetap sangat baik karena sebagian besar peningkatan laba berasal dari kinerja operasional, sedangkan faktor nonoperasional hanya memberikan tambahan dukungan.

Beroperasinya PLTP Lumut Balai Unit 2 serta penyelesaian sejumlah aset produktif baru merupakan tonggak penting dalam strategi pertumbuhan jangka panjang Perseroan. 

Beban Penyusutan Meningkat Sehingga Profit Margin Berkurang

Seiring mulai beroperasinya aset-aset tersebut, beban penyusutan meningkat sehingga gross profit margin tercatat sedikit menurun menjadi 55,5 persen.