EmitenNews.com - Bank Sentral AS (Federal Reserve) mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah pada rapat yang digelar hari Rabu (29/7/2026) waktu setempat atau Kamis (30/7/2026) dinihari WIB.

Namun keputusan suara untuk mempertahankan suku bunga acuan tersebut tidak solid karena tigapengambil kebijakan memberikan suara mendukung kenaikan seperempat poin.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mempertahankan kisaran target suku bunga dana federal antara 3,5% dan 3,75% dalam pemungutan suara 9-3.

Anadolu melaporkan, Kamis (30/7/2026), Beth Hammack, Neel Kashkari, dan Lorie Logan menentang Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah, lebih memilih untuk menaikkan kisaran sebesar 25 basis poin pada pertemuan tersebut.

Fed mengatakan aktivitas ekonomi terus berkembang dengan kecepatan yang solid meskipun ketidakpastian meningkat sebagian karena perang di Timur Tengah.

Pertumbuhan produktivitas dan investasi modal tetap kuat, sementara penambahan lapangan kerja sejalan dengan pertumbuhan angkatan kerja dan tingkat pengangguran tidak banyak berubah, tambahnya.

Bank sentral mengatakan inflasi tetap di atas target 2%, sebagian karena guncangan pasokan yang mendorong kenaikan harga di beberapa sektor, termasuk energi.

The Fed juga mengatakan akan melanjutkan kebijakannya untuk mempertahankan cadangan yang cukup di sistem perbankan.

Sudah Diperkirakan

Sejak semula banyak kalangan memperkirakan Fed tidak akan menaikkan suku bunga karena alasan inflasi AS terkendali dan tekanan pasar tenaga kerja juga mereda.