Surplus 32 Persen, ABM Investama (ABMM) Kuartal III-2023 Tabulasi Laba USD225 Juta
:
0
EmitenNews.com - ABM Investama (ABMM) per 30 September 2023 meraup laba bersih USD225,77 juta. Surplus 32 persen dari edisi sama tahun lalu senilai USD169,92 juta. Nah, dengan hasil itu, laba per saham dasar melesat ke posisi USD0,08200 dari periode sama tahun sebelumnya sejumlah USD0,06172.
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan USD1,13 miliar, naik 10 persen dari posisi sama tahun lalu USD1,02 miliar. Beban pokok pendapatan USD813,33 juta, bengkak dari edisi sama tahun sebelumnya USD636,91 juta. Laba kotor terkumpul USD320,26 juta, susut dari fase sama tahun sebelumnya USD392,17 juta.
Beban penjualan, umum, dan administrasi USD76,64 juta, bengkak dari USD72,9 juta. Pendapatan lainnya USD26,91 juta, melejit signifikan dari USd4,74 juta. Dana kompensasi domestic market obligation USD14,27 juta dari nihil. Beban lainnya USD10,62 juta, bengkak dari USD9,3 juta. Laba usaha USD245,63 juta, susut dari USD314,71 juta.
Bagian atas laba entitas asosiasi USD112,02 juta, melesat dari USD16,03 juta. Pendapatan dividen USD19,89 juta, naik dari USD12,46 juta. Pendapatan keuangan USD3,47 juta, menanjak dari USD1,85 juta. Biaya keuangan USD79,83 juta, bengkak dari USD42,54 juta. Laba sebelum pajak final, dan pajak penghasilan USD301,19 juta, susut dari USD302,52 juta.
Laba periode berjalan USD253,37 juta, menanjak dari posisi sama tahun lalu USD232,95 juta. Ekuitas bersih USD785,29 juta, menanjak dari akhir 2022 sebesar USD617,52 juta. Total liabilitas USD148 miliar, bengkak dari akhir tahun sebelumnya USD1,36 miliar. Jumlah aset USD2,27 miliar, menanjak dari akhir tahun lalu senilai USD1,98 miliar. (*)
Related News
VICI Tebar Dividen Final Rp33,54 Miliar Setara Rp5 per Saham
IHSG Ditutup Menghijau, Begini Kondisi GOTO hingga NCKL Usai Didepak
BUMI Guyur Pinjaman Rp1,5 Triliun ke Arutmin, Sumber dari Obligasi
Pacu Ekspansi Usaha, CUAN Siap Perbesar Kepemilikan di Singaraja Putra
Emiten Unggas Bakal Bagi Dividen, Pantau CPIN dan MAIN
IBST Minta Restu Delisting Pada 5 Juni, Cek Jadwal VTO Rp5.400/Saham





