Surplus Dagang Korsel Rekor 36 Miliar USD, Ekspor Chip Meledak
:
0
Korea Selatan membukukan surplus perdagangan terbesar sepanjang sejarah pada Juni 2026.(Foto: Tratos Group)
EmitenNews.com - Korea Selatan membukukan surplus perdagangan terbesar sepanjang sejarah pada Juni 2026. Lonjakan ekspor semikonduktor menjadi pendorong utama, sekaligus sinyal kuat bagi rantai pasok teknologi global.
Badan statistik Korea Selatan mencatat surplus perdagangan melonjak ke USD 36,15 miliar pada Juni 2026. Angka itu naik tajam dibanding USD 9,08 miliar pada periode sama tahun lalu. Ini sekaligus menandai surplus selama 17 bulan berturut-turut.
Ekspor Tembus 100 Miliar Dolar Pertama Kali
Ekspor Korea Selatan meroket 70,9% secara tahunan ke rekor tertinggi USD 102,25 miliar. Untuk pertama kalinya, nilai ekspor Korsel melampaui ambang USD 100 miliar dalam sebulan.
Pertumbuhan 70,9% ini juga menjadi yang terkuat sejak Juni 1976. Angka Juni naik signifikan dari lonjakan 53,4% yang direvisi naik pada Mei.
Mesin utama kenaikan adalah sektor semikonduktor. Ekspor chip memori Korsel melonjak ke rekor USD 44,82 miliar, melampaui USD 40 miliar untuk pertama kalinya. Permintaan global untuk chip memori AI dan data center disebut menjadi faktor pendorong.
Kinerja ekspor juga merata ke sektor lain. Ekspor komputer meledak lebih dari 300% secara tahunan. Perangkat komunikasi nirkabel naik 51,9% dan produk minyak bumi tumbuh 49,8%. Sementara ekspor otomotif berbalik naik 5,8% setelah terkoreksi pada Mei.
Secara keseluruhan, pengiriman barang Korsel ke luar negeri sudah naik selama 13 bulan berturut-turut.
Impor Tumbuh Paling Cepat Sejak Mei 2022
Di sisi impor, Korsel juga mencatat pertumbuhan kuat. Impor naik 30,1% year-on-year menjadi USD 93,17 miliar pada Juni 2026. Ini merupakan pertumbuhan selama delapan bulan berturut-turut.
Related News
Penurunan Harga LNG Selamatkan Industri Padat Energi
Terganjal Produksi dan Permintaan, IKI Juni 2026 Turun ke 52,90
Stok Minyak Mentah AS Turun 6 Juta Barel, Cadangan Strategis Menipis
Harga Pertamax Masih Rp 16.250, yang Turun Pertamax Turbo
Target Luhut, Digitalisasi Bansos Diterapkan Secara Nasional, Oktober
Tanpa Neraca yang Transparan, Impor Garam Rentan Disalahgunakan





