Tantangan Untuk Plt Dirut BJB, KDM Wajibkan Cetak Laba Bersih Rp2,2T
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB). Dok. BJB.
EmitenNews.com - Wajib hukumnya manajemen PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) mencetak laba bersih Rp2,2 triliun pada tahun ini. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengindikasikan terpenuhinya target tersebut, sebagai tolok ukur utama bagi Pelaksana tugas Direktur Utama BJB Ayi Subarna untuk dikukuhkan sebagai pejabat definitif.
Demikian pernyataan Gubernur Dedi Mulyadi dalam keterangannya yang dikutip Minggu (25/1/2026). "Sudah tidak bisa ditawar lagi, angka keuntungan harus mencapai Rp2,2 triliun, jika ingin menjadi dirut."
Gubernur KDM mematok target tersebut untuk mengamankan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan laba sebesar itu, bank yang sahamnya dikuasai Pemprov Jabar, dan pemerintah daerah di Jabar itu, BJB diproyeksikan mampu menyetorkan dividen ke kas Pemerintah Provinsi Jawa Barat hingga Rp400 miliar.
Guna memuluskan target tersebut, Dedi akan membuka akses langsung ke ekosistem investasi Jawa Barat yang pada tahun 2025 tercatat mencapai Rp298,6 triliun, serta proyek infrastruktur 2026 yang nilainya lebih dari Rp7 triliun.
Bersamaan dengan itu, Dedi menyodorkan skema bisnis konkret dengan memanfaatkan masuknya investor asing. "Ada pengusaha dari Cina ingin membuka pabrik di Jabar, saya tawarkan 3.000 pekerja terampil, nanti mereka harus menabung di BJB."
Namun, Dedi memberi catatan tebal terkait infrastruktur teknologi. Divisi IT BJB harus berbenah total. "Jangan sampai transaksi elektronik 'lemot', ATM 'lemot'."
Bagusnya, menanggapi tantangan tersebut, Plt Dirut BJB Ayi Subarna, mengatakan kesiapannya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dengan tetap memegang prinsip kehati-hatian. Dia juga melaporkan posisi kinerja perseroan hingga 31 Desember 2025 yang mencatatkan laba bersih Rp1,09 triliun dengan total aset mencapai Rp181 triliun.
Meski terdengar lumayan optimistik, tetapi Otoritas Jasa Keuangan menganggap tantangan itu realistis. Kepala OJK Jawa Barat Darwisman mengatakan bahwa untuk mencapai setoran dividen seperti dipatok Kang Dedi itu, bank pelat merah tersebut harus mencatatkan laba bersih di atas Rp2,2 triliun.
Dengan data yang ada, Darwisman optimistis target itu bisa dikejar. Bukan apa-apa. Pada 2023, Bank BJB sempat menyentuh laba Rp1,8 triliun.
"Jika kredit dapat tumbuh hingga 12 persen dan mampu melakukan efisiensi hingga Rp1,4 triliun, maka laba BJB diprediksi dapat mencapai Rp 2,58 triliun," ujarnya.
Satu hal, agar target tersebut terpenuhi, Darmisman menekankan pentingnya efisiensi dan pengawasan ketat untuk mencegah kecurangan (fraud). ***
Related News
Pangkas Produksi Batu Bara, ESDM Jamin Penerimaan Negara Tetap Stabil
Ikut Diskusi Danantara, Gubernur KDM Ungkap Utang Sejumlah BUMN Ke BJB
Bangun 12 Peternakan Ayam Terintegrasi, Anggaran Danantara Rp20T
Active Users Melejit 38 Persen, PINTU Catat Pertumbuhan Solid 2025
Target Produksi Batu Bara Dikurangi, Bahlil Jamin Setoran Negara Aman
Gaspol Right Issue, CASH Segera Gelar RUPS Minta Restu Pemegang Saham





