EmitenNews.com - Serius kejar naik kelas, PT Bank Sumut (Perseroda) terus meningkatkan modal. Targetnya, Bank Sumut naik kelas menjadi KBMI II pada 2026 menyambut rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bakal menghapus kategori Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) I.

Dalam keterangannya di Medan, Sumatera Utara, Kamis (12/2/2026), Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah mengatakan, bank pembangunan daerah (BPD) ini baru memiliki modal sebesar Rp4,9 triliun per 31 Desember 2025. Masih butuh Rp1,1 triliun agar masuk dalam kelompok KBMI II.

"Per 31 Desember 2025, modal baru sekitar Rp4,9 triliun. Berarti ada sekitar Rp1,1 triliun lagi," ucap Heru Mardiansyah.

Pihaknya terus mencoba mengejar kekurangan modal sekitar Rp1,1 triliun lagi agar status kategori KBMI 1 bisa segera ditinggalkan.

Bank Sumut mendapat tambahan modal dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sebesar Rp280,98 miliar dalam bentuk aset tanah dan bangunan alias inbreng pada 2025.

Aset tanah dan bangunan berupa gedung Kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumut itu, seluas 7.805 meter per segi di Jalan Putri Hijau Medan, Sumut.

Seperti diketahui pengelompokan bank masih didasarkan pada besaran modal, yakni KBMI I dengan modal inti hingga Rp6 triliun. Untuk KBMI II Rp6 triliun hingga Rp14 triliun, KBMI III Rp14 triliun hingga Rp70 triliun, dan KBMI IV di atas Rp70 triliun.

"Ini cita-cita kami, progresnya sedang berproses. Kami lagi upayakan di periode kepemimpinan kami, bisa lewat ke KBMI II," jelas Heru lagi.

Otoritas Jasa Keuangan menilai, kategori bank yang tergolong dalam KBMI I masih memiliki ruang untuk memperkuat permodalan dan meningkatkan skala usaha.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae di Jakarta, Senin (26/1/2026) mengatakan, OJK memandang penguatan bank-bank KBMI I sebagai bagian dari agenda strategis yang perlu ditempuh secara terarah dan prudent dalam rangka memperkuat struktur dan ketahanan perbankan nasional. Juga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.