TINS Tabulasi Laba Rp2,71 Triliun, Melewati Target 2026
:
0
Sejumlah petugas tengah mengepak lempengan timah ringan di pabrik perseroan. FOTO - Dok Timah
EmitenNews.com - Timah (TINS) membukukan laba bersih paruh pertama 2026 senilai Rp2,71 triliun. Melambung 803,33 persen dari episode sama tahun lalu senilai Rp300,06 miliar. Raihan laba itu, mencapai 169 persen dari target laba bersih sepanjang 2026 sebesar Rp1,61 triliun.
Pendapatan terkumpul Rp10,42 triliun, meningkat 247 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp4,22 triliun. Peningkatan itu, didorong kenaikan volume penjualan, dan lonjakan harga jual rata-rata logam timah di tengah kondisi pasar masih kondusif. Laba usaha Rp3,48 triliun melangit 815,78 persen dari edisi sama tahun lalu Rp0,38 triliun.
Perseroan juga mencatatkan EBITDA Rp3,90 triliun, meningkat 363 persen dibanding EBITDA semester I 2025 sebesar Rp0,84 triliun. Nah, dari sisi posisi keuangan, nilai aset melejit 21 persen menjadi Rp16,45 triliun dibanding akhir 2025 sebesar Rp13,64 triliun. Liabilitas Rp5,90 triliun, bengkak 13 persen dibanding akhir tahun lalu Rp5,23 triliun.
Sementara itu, ekuitas melonjak 25 persen menjadi Rp10,55 triliun dari episode akhir tahun sebelumnya Rp8,41 triliun. Itu didukung pencapaian laba bersih selama semester I 2026. Kinerja keuangan juga tercermin dari peningkatan profitabilitas signifikan. Perseroan membukukan operating margin 33,24 persen dari 9,01 persen, EBITDA margin 37,39 persen dari 19,92 persen, dan net profit margin 26,05 persen dari 7,11 persen.
Selain itu, perseroan mencatat return on assets (ROA) 16,50 persen dari 2,20 persen, dan Return on Equity (ROE) 25,74 persen dari 3,57 persen, yang menunjukkan kemampuan dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset, dan modal untuk menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.
Produksi Bijih Timah Meledak
Nah, dari sisi operasi, produksi bijih timah mencapai 12.232 ton Sn, meningkat 75 persen dibanding periode sama tahun lalu 6.997 ton Sn. Peningkatan produksi itu, didorong optimalisasi produktivitas, dan penambahan unit operasi pada sejumlah objek produksi, meliputi Kapal Isap Produksi (KIP), Ponton Isap Produksi (PIP), tambang darat kemitraan ang terdiri atas Tambang Kecil, dan Tambang Ponton Isap Darat.
Kinerja operasional tersebut juga didukung berbagai langkah optimalisasi dilakukan secara konsisten. Pada penambangan darat, perseroan meningkatkan jumlah unit operasi serta memperkuat kegiatan eksplorasi melalui pelaksanaan bor pandu guna memastikan arah penggalian lebih presisi, dan sesuai dengan blok rencana kerja telah ditetapkan. Pada penambangan laut, perseroan mengoptimalkan kinerja operasional KIP, mengoperasikan 1 unit Kapal Keruk (KK) Singkep 1, meningkatkan produktivitas PIP, dan mengoptimalkan fasilitas Sisa Hasil Pengolahan (SHP) untuk meningkatkan efektivitas proses pengolahan.
Selain itu, kinerja produksi juga didukung penguatan pengawasan, dan pengamanan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP), dan area produksi, termasuk dukungan Satuan Tugas (Satgas) Pemerintah Pusat dalam menjaga kondusivitas kegiatan operasional. Sejalan dengan peningkatan produksi bijih timah, perseroan membukukan produksi logam timah 10.865 metrik ton Sn, meningkat 58 persen dibanding edisi sama tahun lalu 6.870 metrik ton Sn.
Penjualan Logam Timah Meroket
Related News
Biayai Akuisisi, MGLV Right Issue 285,73 Juta Lembar
Beban Membengkak, GTSI Berbalik Rugi USD1,92 Juta di Semester I 2026
Tumbuh Minimalis, PGEO Raup Laba USD79,62 Juta
Pendapatan Oke, Laba DADA Melambung 2.645 Persen
WMPP Right Issue Rp635,45 Miliar, ini Tindakan Tumiyana
Kompak, Dirut dan Komut Tambah Kepemilikan Saham BAIK





