Transaksi Afiliasi Rp1,25 Triliun Diplototi BEI, Begini Penjelasan Jasa Marga (JSMR)

EmitenNews.com - Jasa Marga (JSMR) mengeksekusi transaksi afiliasi Rp1,25 triliun. Itu berupa penguatan modal terhadap entitas usaha. Pinjaman lunak tersebut mengaliri rekening Jasamarga Manado Bitung (JMB), dan Jasamarga Bali Tol (JBT).
JBT mendapat guyuran Rp949,04 miliar, dan JMB menerima fasilitas Rp309 miliar. Pemberian shareholder loan dari perseroan telah diteken pada 31 Januari 2023. ”Transaksi untuk penguatan modal JB, dan JMB,” tulis Subakti Syukur, Direktur Utama Jasa Marga.
Perseroan mengklaim, sumber pendanaan pinjaman kepada JBT, dan JMB dari internal perseroan. Durasi pinjaman untuk JBT sampai 31 Desember 2035 dengan bunga 9 persen per tahun akan dikenakan secara majemuk. Sedang jangka pinjaman untuk JMB hanya 1 tahun sejak kredit sindikasi investasi dilunasi dengan bunga kredit sindikasi + 2 persen per tahun akan dikenakan secara majemuk.
Fasilitas shareholder loan akan digunakan JBT untuk memenuhi kebutuhan pendanaan pelunasan dipercepat atas utang JBT dan/atau pembayaran bunga dan pokok berdasar perjanjian kredit investasi. Lalu, fasilitas shareholder loan akan digunakan JMB untuk pembayaran biaya keuangan kredit investasi, pembayaran biaya keuangan dana talangan tanah, pembayaran biaya keuangan pengembalian investasi pemerintah, dan pembayaran biaya operasional.
Shareholder loan untuk JBT, dan JMB merupakan transaksi afiliasi. Tindakan itu, telah melalui prosedur sebagaimana diatur peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor 42/POJK.04/2020 tentang transaksi afiliasi dan transaksi benturan kepentingan.
Selain itu, transaksi tidak mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam ketentuan POJK 42/2020. ”Pemberian shareholder loan itu harap mendongkrak performa Unitas usaha, dan pada ujungnya berkontribusi positif pada perseroan,” imbuhnya. (*)
Related News

Pengendali IDPR Belum Berhenti Borong Saham, Ada Apa?

Emiten TP Rachmat (ASSA) Cetak Laba Melonjak di 2024

Nusa Raya Cipta (NRCA) Bukukan Pendapatan Rp3,3T Sepanjang 2024

Penjualan Oke, Laba ENAK 2024 Tergerus 16 Persen

Melejit 708 Persen, Pendapatan BEEF 2024 Sentuh Rp4,93 Triliun

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar