Transcoal (TCPI) Raih Kontrak Rp15 Miliar dari Perusahaan Batu Bara
:
0
Ilustrasi aktivitas PT Transcoal Pacific Tbk. (TCPI). dok. EmitenNews.
EmitenNews.com - PT Transcoal Pacific Tbk. (TCPI) menandatangani Perjanjian Penyediaan Jasa Tongkang Terapung untuk Penyimpanan Sementara Bahan Bakar Minyak di Pelabuhan LTT Bengalon (Kontrak) dengan salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Kalimantan Timur.
Dalam keterangan tertulisnya, yang dikutip Rabu (6/3/2024), Direktur TCPI, Erizal Darwis, menjelaskan, jenis kontrak emiten pelayaran itu, penyediaan semua tenaga kerja, material, peralatan, perlengkapan. Termasuk dukungan teknis atas jasa penyediaan tongkang terapung untuk penyimpanan sementara bahan bakar minyak di Pelabuhan LTT Bengalon.
Periode kontrak selama tiga tahun, yang nilainya diperkirakan mencapai Rp15 miliar. Hal ini tentunya berdampak positif terhadap kegiatan operasional Perseroan. Karena itu berarti, Perseroan mendapatkan kepercayaan dari Pelanggan untuk Penyediaan Jasa Tongkang Terapung untuk Penyimpanan Sementara Bahan Bakar Minyak di Pelabuhan LTT Bengalon milik Pelanggan.
"Perseroan berhak menerima pembayaran biaya jasa penyediaan tongkang terapung untuk penyimpanan sementara bahan bakar minyak sesuai ketentuan yang diatur dalam Kontrak. Selain itu, kelangsungan usaha perseroan tetap terjaga dan terjamin dengan baik," tegasnya.
Dalam hal ini, Perseroan berkewajiban menyediakan tongkang terapung untuk penyimpanan sementara bahan bakar minyak di lokasi Bengalon/Terminal khusus Lubuk Tutung.
Termasuk peralatan, tenaga kerja, suku cadang dan consumables sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam kontrak. ***
Related News
ANTM Genjot Produksi, Penjualan Seluruh Komoditas Kompak Tumbuh
SMBC Indonesia (BTPN) Perkuat Fondasi Bisnis, CASA Melonjak 37 Persen
Produksi CPO Naik, Pendapatan TLDN Tumbuh Jadi Rp2,71T di Semester I
Laba GGRM Meledak 2.440 Persen Jadi Rp2,98 Triliun di Semester I 2026
Laba RAJA Melonjak 88 Persen Semester I, Ini Tiga Mesin Pendorongnya
Laba Bersih ULTJ Melonjak 72,5 Persen YoY Tembus Rp1,04T di Q2-2026





