Usai Cooling Down Apakah Saham WBSA masih Ngacir?
:
0
IPO PT BSA Logistics Indonesia(WBSA) di lantai perdagangan BEI. Foto: EmitenNews/Rifki
EmitenNews.com -PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mencabut status penghentian sementara (suspensi) atas perdagangan saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) mulai sesi I perdagangan hari ini, Selasa, 21 April 2026.
Keputusan ini tertuang dalam pengumuman Bursa nomor Peng-UPT-00116/BEI.WAS/04-2026. Dengan dibukanya kembali gembok suspensi tersebut, saham emiten logistik ini dapat kembali ditransaksikan oleh investor di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai.
Sebelumnya, pada Senin, 20 April 2026, BEI melakukan suspensi terhadap saham WBSA menyusul terjadinya peningkatan harga kumulatif yang sangat signifikan. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk perlindungan bagi investor (cooling down).
Pihak otoritas bursa menyatakan bahwa penghentian sementara tersebut bertujuan untuk memberikan waktu yang cukup bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang setiap pengambilan keputusan investasi berdasarkan informasi yang tersedia.
PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) merupakan emiten yang baru saja melantai di bursa (IPO) pada 10 April 2026. Sebagai emiten pertama yang melantai di tahun 2026, WBSA langsung mencuri perhatian pasar.
Harga IPO: Saham WBSA ditawarkan ke publik dengan harga perdana Rp 168 per saham.
Kenaikan Signifikan: Sejak hari pertama melantai, harga saham WBSA terus meroket hingga menyentuh level Rp 685 pada penutupan pekan lalu (17/4).
Akumulasi Kenaikan: Hanya dalam kurun waktu sekitar satu minggu sejak IPO, saham WBSA tercatat telah melonjak sekitar 307%.
Lonjakan harga yang luar biasa dalam waktu singkat inilah yang memicu radar Unusual Market Activity (UMA) hingga berujung pada suspensi satu hari oleh BEI.
Melalui keterbukaan informasinya, manajemen BEI tetap menghimbau kepada para pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan. Investor diharapkan tetap cermat dan rasional dalam menghadapi volatilitas harga yang tinggi pada saham ini setelah perdagangan dibuka kembali.
Related News
Usai Degradasi MSCI, Saham CPIN Dilepas Derivatif UBS London Rp11,4M
PTPP Restrukturisasi Utang Rp18T, Ada Opsi Bayar dari Hasil Divestasi
KLBF Buka Opsi Delisting EPMT Jika Tak Bisa Penuhi Free Float
Presdir ASBI Hastanto Mundur Usai Direktur Keuangan Dibebastugaskan
Punya Pabrik Baru, SMLE Bidik PT Sinarom Beroperasi Penuh di 2027
Tersengat Gejolak Global, Kalbe (KLBF) Bakal Tinjau Ulang Capex 2026





