Wall Street Bangkit, IHSG Masih Tertekan
:
0
Suasana penutupan perdagangan IHSG edisi 2025 di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup bervariasi mayoritas menguat. Itu seiring rotasi dilakukan investor ke saham sektor non-teknologi. Saham sektor non-teknologi merupakan konstituen Dow Jones, seperti UnitedHealth meroket 5,16 persen, dan JP Morgan Chase melejit 3,34 persen.
Aksi rotasi portofolio saham tersebut terjadi setelah ada aksi jual cukup masif di saham Broadcom minus 12,59 persen paska melansir pendapatan kuartal kedua tahun fiskal tahun ini meleset dari perkiraan. Sementara itu, Saham emiten semikonduktor sebelumnya membawa indeks ke level tertinggi dalam sejarah, kemarin juga terkoreksi seperti Arm holding susut 4,47 persen, dan Micron Technology minus 7,74 persen.
Penguatan mayoritas indeks bursa Wall Street, konfirmasi Kementerian ESDM skema gross split 70:30 sektor tambang masih dalam kajian, dan belum final akan menjadi sentimen positif pasar. Di sisi lain, aksi jual masif investor asing, dan depresiasi rupiah berpeluang menjadi sentimen negatif indeks harga saham gabungan (IHSG).
So, IHSG sepanjang perdagangan hari ini, Jumat, 5 Juni 2026 diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah. IHSG akan mencoba bergerak melintasi dataran support 5.740-5.640, dan resistance 5.940-6.040. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan sejumlah saham berikut.
Yaitu, Telekomunikasi Indonesia alias Telkom (TLKM), Merdeka Gold Resources (EMAS), Merdeka Copper Gold (MDKA), Timah (TINS), Alamtri Indonesia (ADRO), dan Bukit Asam (PTBA). (*)
Related News
IHSG Tak Kuat Nanjak, Pagi Ini Turun Lagi ke 5.811
Aksi Jual Belum Reda, IHSG Kembali Tersungkur
Prediksi IHSG Jumat (5/6), Analis Ingatkan Sentimen Ini
Lawan Tren Dunia, Industri Keramik Nasional Justru Unjuk Gigi
Saham AS Ditutup Beragam: Dow Jones Melonjak, Nasdaq Turun
IHSG Terpuruk Lagi, TPIA dan Big Banks Masih Jadi Sasaran Jual





