Wall Street Menyala, IHSG Kembali Molorot
Para pelaku pasar tengah serius mengamati pergerakan saham di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin kembali ditutup menguat tipis. Itu terjadi di tengah peringatan terbaru presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal mengenaan tambahan tarif impor. Ya, Trump akan memperluas cakupan tarif impor untuk automotif, produk farmasi, dan semikonduktor dengan besaran tarif 25 persen.
Nah, dengan kebijakan terbaru itu, berpeluang meningkat menjadi lebih besar. Sementara itu, The Fed juga merilis catatan pertemuan edisi Januari 2025 lalu. Di mana, seluruh anggota setuju inflasi masih harus turun lagi sebelum The Fed kembali melakukan pemangkasan suku bunga acuan.
Lonjakan indeks bursa Wall Street, dan beberapa harga komoditas diprediksi menjadi sentimen positif pasar. Aksi jual investor asing paska BI menahan suku bunga acuan berpeluang menjadi katalis negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).
Oleh karena itu, sepanjang perdagangan hari ini, Kamis, 20 Februari 2025, Indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah. Indeks akan mengitari kisaran support 6.715-6635, dan posisi resist di kisaran 6.875-6.955.
Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan sejumlah saham berikut. Antara lain Aneka Tambang (ANTM), Surya Citra (SCMA), Rukun Raharja (RAJA), Chandra Asri (TPIA), RS Hermina (HEAL), Indika Energy (INDY). (*)
Related News
IHSG Turun Tipis ke 8.265, Tujuh Sektor Masuk Zona Merah
Raih Izin Bank Indonesia, JFX Perkuat Fondasi Pasar Derivatif Nasional
IHSG Sesi I (12/2) Drop 0,38 Persen ke 8.259, Saham Konglo Ambruk!
Kopdes Merah Putih Didorong Jadi Agen Resmi Produk Pertamina
Stok Beras Ditargetkan Tembus 4 Juta Ton Pada Maret 2024
Tumbuh 5,30 Persen, Industri Mamin Penopang Utama Sektor IPNM





