62,2% Saham BYAN Ditawar Murah atas Akuisisi Haji Isam, Diskon 82,3%
:
0
Potret Owner Bayan Resources bersama dengan Haji Isam. Foto: Metropolitannews.
EmitenNews.com - Kemudi Jhonlin Group, entitas yang dimiliki oleh Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam mengajukan penawaran akuisisi 62,2% saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) senilai sekitar USD3 miliar atau setara Rp49,8 triliun. Nilai tersebut jauh di bawah harga pasar BYAN saat ini.
Merujuk catatan Stockbit Investment Research dan Bloomberg pada Rabu (9/9/2026) penawaran tersebut mengimplikasikan valuasi BYAN yang lebih rendah sekitar 80% dibandingkan market cap terkini perseroan.
Berdasarkan data penutupan perdagangan Sesi I Rabu, 9 September 2026 pukul 12.00 WIB, BYAN berada di level Rp13.550 per saham dengan kapitalisasi pasar Rp451,67 triliun atau setara sekitar USD27,2 miliar (terpaut 82,3% lebih rendah dari nilai rencana akuisisi Haji Isam).
Narasumber Bloomberg menyebut pembicaraan mengenai transaksi ini masih terus berlangsung dan belum tentu kesepakatan akan tercapai. Hingga berita ini diturunkan, perwakilan Haji Isam, BYAN, dan Low Tuck Kwong belum memberikan komentar terkait kabar tersebut.
Dalam kesempatan sebelumnya, keterbukaan informasi BYAN Selasa (18/8/2026), Corporate Secretary BYAN Jenny Quantero menyatakan perseroan tidak mengetahui adanya rencana akuisisi tersebut.
"Saat ini Perseroan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham Perseroan sebagaimana dimaksud dalam informasi yang beredar tersebut," tulis Jenny.
BYAN juga menegaskan, "Sampai dengan tanggal surat ini, Perseroan tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan dan/atau akuisisi sekitar 62,2% saham Perseroan oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengan Haji Isam."
BYAN merupakan salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia yang sahamnya dikendalikan oleh Low Tuck Kwong.
Adapun dari pihak Haji Isam, emiten JARR dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (20/8/2026), Direktur Utama Jhonlin Agro, Indra Irawan mengatakan tidak memiliki rencana mengambilalih mayoritas saham BYAN, termasuk melalui grup perseroan.
"Tidak terdapat rencana untuk mengakuisisi PT Bayan Resources Tbk (BYAN), sehingga Perseroan tidak ada rencana keterbukaan informasi maupun timeline pelaksanaan akuisisi yang dapat disampaikan oleh Perseroan," katanya lagi.
Related News
Makin Ambyar, Duo Saudagar RGAS Buang Ratusan Juta Lembar
Sinyal Dividen Interim ITMG di 2026, Ini Bocorannya
Suspensi 3 Saham Dilepas, 2 Lanjut Menguat ke Harga Atas!
Songsong Dividen, Komisaris ini Mulai Nyicil Saham BMRI
ARA Berkali-kali, Dua Saham Kena Suspensi
BEI Lanjutkan Suspensi Saham WIKA Akibat Gagal Bayar Obligasi





