Aksi Jual Berlanjut, IHSG Tertekan
:
0
Indeks harga saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan sesi 2, Jumat 26 Juni 2026. Photo/Rizki EmitenNews.com
EmitenNews.com - Aksi jual investor asing masih berlanjut. Kondisi itu, ditambah dengan koreksi harga emas, dan nikel. Situasi dan kondisi tersebut diprediksi akan menjadi sentimen negatif pasar.
Di sisi lain, lonjakan harga crude palm oil (CPO), Timah, dan Tembaga berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah.
Sepanjang perdagangan hari ini, Selasa, 8 September 2026, IHSG akan menyusuri kisaran support 6.565-6.510, dan resistance 6.675-6.730. Berdasar data fakta itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham-saham berikut.
Yaitu, HM Sampoerna (HMSP), Indofood Sukses Makmur (INDF), Bank BTPN Syariah (BTPS), Triputra Agro Persada (TAPG), Cisarua Mountain Dairy alias Cimory (CMRY), dan Bumi Resources (BUMI). (*)
Related News
Inisiatif dan Aktif, MKTR Tanggulangi Karhutla Wilayah Operasional
IHSG Lanjut Melesat ke 5.439,25, Saham TOBA Naik Paling Tinggi!
IPO Persib Bandung Meluncur di Tahun 2027
Kembali Melejit, IHSG Dibuka Volatil Menguat 0,74% ke 5.427
IHSG Menguat, Bungkus Saham-saham ini
Awas, Profit Taking Bendung Ledakan IHSG





