AMRT Cuan Rp2,03 Triliun, Gencar Ekspansi Gerai dan Royal Bagi Dividen
:
0
Ilustrasi salah satu gerai Alfamart. Foto: AMRT.
EmitenNews.com - Pengelola jaringan gerai Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mengantongi laba bersih sebesar Rp2,03 triliun. Jumlah ini tumbuh 7,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,88 triliun.
Pertumbuhan itu selaras dengan perolehan pendapatan neto yang mencapai Rp67,96 triliun, naik 6,5 persen dari tahun lalu Rp63,81 triliun. Meski terdapat peningkatan beban pokok pendapatan menjadi RP51,89 triliun, dari Rp49,82 triliun, AMRT masih mencetak laba bruto Rp15,15 triliun dibandingkan Rp13,98 triliun sebelumnya.
Menilik laporan arus kasnya, AMRT berhasil mengantongi penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp70,88 triliun. Capaian ini tumbuh 6,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp66,29 triliun.
Alhasil, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi AMRT melesat 13 persen menjadi Rp4,47 triliun, naik dari posisi tahun lalu sebesar Rp3,95 triliun.
Dan sepanjang semester I 2026, AMRT juga tetap agresif melakukan ekspansi jaringan gerai Alfamart. AMRT mengalokasikan arus kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp2,42 triliun. Hal ini juga diungkpakan manajemen kala RUPST, di mana target pembukaan gerai baru hingga 800 gerai di 2026.
Adapun porsi belanja modal AMRT didominasi oleh perolehan aset hak guna sebesar Rp1,28 triliun, serta perolehan aset tetap senilai Rp984,51 miliar untuk perolehan aset tetap.
Tebalnya pendapatan dan laba juga membuat AMRT royal merogoh kocek sebesar Rp1,71 triliun untuk pembayaran dividen kas, meningkat 20,4 persen dibandingkan dividen tahun lalu sebesar Rp1,42 triliun. Selain dividen, AMRT juga diketahui mengeksekui aksi korporasi buyback saham treasuri dengan total mencapai Rp532,84 miliar.
Hingga akhir Juni 2026, posisi kas dan setara kas AMRT masih tebal di posisi Rp4,10 triliun.
Sementara dari sisi neraca, total aset AMRT naik tipis menjadi Rp42,79 triliun dari Rp42,58 triliun per akhir tahun 2025. Liabilitas naik dari Rp23,20 triliun menjadi Rp23,63 triliun, sedangkan ekuitas tercatat turun dari Rp19,38 triliun menjadi Rp19,16 triliun.
Pada perdagangan Jumat (31/7) saham AMRT ditutup melemah 0,75 persen atau turun 10 poin ke level Rp1.325. Secara year to date saham AMRT terpantau menyusuri zona merah, dengan melemah 33,25 persen atau turun 660 poin.***
Related News
Kantongi Laba Bersih di Q2, Analis Ini Nilai GOTO Lampaui Ekspektasi
Ditengah Tekanan Eksternal, IPCM Bukukan Pendapatan Rp729,68 Miliar
Didukung Prospek Infrastruktur Digital, Fundamental BACH Lebih Menarik
ANTM Genjot Produksi, Penjualan Seluruh Komoditas Kompak Tumbuh
SMBC Indonesia (BTPN) Perkuat Fondasi Bisnis, CASA Melonjak 37 Persen
Produksi CPO Naik, Pendapatan TLDN Tumbuh Jadi Rp2,71T di Semester I





