EmitenNews.com -  Sejak diaktifkannya kembali 46 tahun yang lalu, pasar modal Indonesia telah mengalami perkembangan signifikan. Pertumbuhan dapat dilihat dari segala sisi, baik dari jumlah investor 4.127,76 persen (dari 281.256 pada 2012 ke 11,88 juta pada Oktober 2023), jumlah perusahaan tercatat tumbuh 96,30 persen (dari 459 menjadi 901), nilai transaksi tumbuh 131,6 persen (dari Rp4,53 triliun menjadi Rp10,49 triliun), hingga pada fasilitas sarana dan prasarana yang ada di dalamnya.

 

Capaian tersebut tidak lepas dari berbagai inovasi yang telah dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) di pasar modal. Stakeholders itu terdiri dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta anak usaha, hingga pelaku pasar. Pelaku pasar itu terdiri dari Perusahaan Efek dan Perusahaan Tercatat, serta Perguruan Tinggi dan media yang berkontribusi pada edukasi dan penyebaran informasi pasar modal.

 

Untuk menyikapi kemajuan tersebut dan mempercepat perkembangan pasar modal, BEI meluncurkan kampanye 'Aku Investor Saham' pada 10 Agustus 2023. Langkah ini diharapkan dapat menginspirasi rasa kebanggaan, inklusivitas, dan kemajuan bagi para investor di Pasar Modal Indonesia, terutama mendorong pengembangan dan perluasan basis investor. 

 

Pengembangan dan Perluasan Basis Investor

 

BEI masih akan melanjutkan beberapa program pengembangan mulai dari meluncurkan produk baru seperti produk waran terstruktur yang akan disusul dengan Single Stock Futures di tahun depan, meluncurkan aplikasi IDX Mobile, serta tengah menyiapkan Investhub yakni portal edukasi terintegrasi Pasar Modal Indonesia.