Bergerak Sideways, IHSG Jelajahi Level ini
:
0
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: EmitenNews
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat 0,31 persen menjadi 5.282. Sebelumnya, IHSG sempat tertekan hingga level 5.167. Antara lain disebabkan sentimen negatif dari harga minyak masih bertahan di level tinggi, depresiasi Rupiah berlanjut, dan antisipasi rebalancing indeks MSCI pada November 2026 nanti.
Namun, penguatan pada saham bluechips seperti BBCA dan ASII mendorong penguatan IHSG. Secara teknikal, diperkirakan IHSG bergerak sideways. Sepanjang perdagangan Kamis, 29 Oktober 2026, IHSG akan menyusuri kisaran 5.150-5.350. Bursa Efek Indonesia (BEI) mempertegas tiga prioritas strategis pasar modal tahun 2027.
Yaitu, meningkatkan transparansi, memperkuat likuiditas dan mengoptimalkan efektivitas pengawasan. Langkah itu, menjadi bagian dari upaya untuk memulihkan kepercayaan investor di tengah tuntutan reformasi untuk memperkuat tata kelola pasar modal. BEI menurunkan target IPO saham menjadi 15 perusahaan pada 2026 dari target awal 50 perusahaan.
Lalu, BEI mematok 25 IPO saham pada 2027. Di tengah berkurangnya kepercayaan investor akan pasar modal Indonesia, sebaiknya IPO lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas. BEI juga membuka peluang untuk IPO setelah proses demutualisasi bursa selesai dilakukan. Dalam RUPSLB BEI (28/10) telah dilakukan langkah awal untuk menuju tujuan jangka panjang tersebut, yaitu melakukan perubahan anggaran dasar sehingga kepemilikan saham BEI tidak hanya bagi anggota bursa.
Dampak positif bagi investor saham di antaranya peluang investasi baru, inovasi lebih cepat, diharapkan adanya transparansi, dan tata kelola lebih baik. Di sisi lain, potensi dampak negatifnya potensi konflik kepentingan, dominasi entitas besar, dan penyesuaian biaya transaksi.
Berdasar data dan fakta tersebut, Phintraco Sekuritas menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Bank Central Asia (BBCA), Bank Mandiri (BMRI), Bank Negara Indonesia (BBNI), Astra International (ASII), Aneka Tambang alias Antam (ANTM), dan PT Timah (TINS). (*)
Related News
Dorong Inovasi Bisnis Mahasiswa, ini Jawara BINUS Startup Vaganza 2026
Lanjut Rebound, IHSG Dibuka Melonjak 0,64 Persen ke 5.316
The Fed Tahan Suku Bunga, IHSG Lanjut Menguat
Membaca Arah IHSG Pasca RUPSLB BEI, Simak!
Pegang Kas Rp1,2 Triliun, Pegadaian Siap Lunasi Obligasi
Dari TTS hingga Jeffrey Hendrik, IHSG Balik ke Level 10 Tahun Lalu





