The Fed Tahan Suku Bunga, IHSG Lanjut Menguat
:
0
Indeks harga saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan sesi 2, Jumat 26 Juni 2026. Photo/Rizki EmitenNews.com
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin kembali ditutup menguat tipis. Itu setelah The Fed mempertahankan suku bunga acuan sesuai ekspektasi pasar. Investor juga juga cenderung mengambil sikap menunggu menjelang rilis laporan keuangan emiten kuartal ketiga dari emiten teknologi berkapitalisasi besar seperti Alphabet, dan Microsoft.
Kedua emiten itu, akan merilis kinerja setelah penutupan pasar. Pada pertemuan kemarin, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3.75-4.00 persen, sesuai ekspektasi seperti tercermin di FedWatch Tool dengan probabilitas 93 persen. Gubernur The Fed Kevin Warsh mengaku tetap fokus pada stabilitas harga meski ada jeda, dan pasar tenaga kerja menunjukkan kondisi cukup positif.
Penguatan indeks bursa Wall Street seiring suku bunga acuan tetap 4 persen, banyak laporan kinerja keuangan emiten rilis, dan secara umum cukup baik, lonjakan harga beberapa komoditas, dan aksi jual investor asing reda diprediksi menjadi sentimen positif pasar.
Sementara itu, tekanan terhadap rupiah berpeluang menjadi katalis negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat. Sepanjang perdagangan Kamis, 29 Oktober 2026, IHSG akan menyusuri kisaran support 5.180-5.080, dan resistance 5.385-5.485.
Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham Astra International (ASII), Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank Central Asia (BBCA), Perusahaan Gas Negara (PGAS), PT Bukit Asam (PTBA), dan Midi Utama (MIDI). (*)
Related News
Dorong Inovasi Bisnis Mahasiswa, ini Jawara BINUS Startup Vaganza 2026
Lanjut Rebound, IHSG Dibuka Melonjak 0,64 Persen ke 5.316
Bergerak Sideways, IHSG Jelajahi Level ini
Membaca Arah IHSG Pasca RUPSLB BEI, Simak!
Pegang Kas Rp1,2 Triliun, Pegadaian Siap Lunasi Obligasi
Dari TTS hingga Jeffrey Hendrik, IHSG Balik ke Level 10 Tahun Lalu





