EmitenNews.com - Cakra Buana (CBRE) bakal menggeber right issue Rp1,27 triliun. Itu dengan melepas 11,79 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp108. Pengeluaran saham anyar setara 72,22 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah right issue dibalut nominal Rp25.

Penerbitan saham baru itu, disodorkan kepada investor dengan rasio 100:260. Artinya, setiap pemegang 100 saham lama dengan nama tercatat dalam daftar pemegang saham pada 4 November 2026 pukul 16.00 WIB berhak atas 260 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Setiap 1 HMETD berhak menebus 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp108.

Harga right issue itu berarti diskon sekitar 84,78 persen dibanding dengan penutupan perdagangan saham CBRE edisi 1 September 2026 di level Rp710. PT Omudas Investment Holdco (OIH) pemilik 2,77 miliar saham mewakili 61,13 persen berhak atas 7,21 miliar  HMETD. Berdasar surat pernyataan 31 Agustus 2026, OIH tidak akan melaksanakan haknya.

Namun, akan mengalihkan sebagian HMETD kepada PT Garuda Nusantara Mineral (GNM) 2,84 HMETD, PT Saga Investama Sedaya (SIS) 1,77 miliar HMETD, Yafin Tandiono Tan (Yafin) 1,56 miliar HMETD, dan Hilong Shipping Holding Limited (HSIL) 711,31 juta HMETD. Sisa HMETD milik OIH akan dialokasikan kepada pemegang saham atau pemegang bukti HMETD yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya.

PT Republik Capital Indonesia (RCI) pemilik 422.238.651 saham mewakili 9,30 persen dan berhak atas 1.097.820.492 HMETD. Berdasar surat pernyataan RCI pada 31 Agustus 2026, RCI tidak akan melaksanakan hak, dan akan mengalihkan sebagian HMETD kepada GNM 433.083.700 HMETD, SIS 270.677.300 HMETD, Yafin 238.196.000 HMETD, dan HSIL 108.270.900 HMETD.

Berdasar surat pemberitahuan konversi dan pernyataan komitmen pelaksanaan right issue pada 28 Agustus 2026, GNM berkomitmen menerima pengalihan HMETD dari OIH, dan RCI. GNM akan menerima 3.278.333.300 HMETD. Penyetoran atas pelaksanaan HMETD itu, dilakukan GNM dalam bentuk konversi hak tagih berdasar perjanjian pinjaman pada 31 Oktober 2025, antara HSIL dan perseroan. 

Di mana, sebagian hak tagih HSIL berdasar perjanjian itu, telah dialihkan kepada GNM berdasar perjanjian pengalihan piutang (Cessie) pada 8 Juli 2026 antara HSIL dan GNM menjadi penyertaan modal melalui pelaksanaan HMETD seluruhnya Rp354,06 miliar atau setara USD20 juta dengan kurs Rp17.703 per dolar Amerika Serikat (USD).

Berdasar surat pemberitahuan konversi, dan pernyataan komitmen pelaksanaan right issue pada 28 Agustus 2026, SIS berkomitmen menerima pengalihan HMETD dari OIH, dan RCI sejumlah 2.048.958.300 HMETD. Penyetoran dilakukan SIS dalam bentuk konversi hak tagih senilai Rp221,28 miliar atau setara USD12,5 juta  dengan kurs Rp17.703 per USD.

Berdasar surat pemberitahuan konversi dan pernyataan komitmen pelaksanaan right issue pada 28 Agustus 2026, Yafin berkomitmen menerima pengalihan HMETD dari OIH dan RCI sejuumlah 1.803.083.300 HMETD. Penyetoran akan dilakukan Yafin dalam bentuk konversi hak tagih senilai Rp194,73 miliar atau setara USD11 juta dengan kurs Rp17.703 per USD.

Berdasar surat pada 28 Agustus 2026, HSIL berkomitmen menerima HMETD dari OIH, dan RCI sejumlah 819.583.300 HMETD. Penyetoran atas pelaksanaan HMETD akan dilakukan HSIL dalam bentuk konversi hak tagih miliknya berdasar perjanjian pinjaman pada 31 Oktober 2025. Sebagian hak tagih HSIL berdasar perjanjian itu telah dialihkan kepada GNM berdasar perjanjian pengalihan piutang (Cessie) pada 8 Juli 2026 antara HSIL dan GNM menjadi penyertaan modal melalui pelaksanaan HMETD senilai Rp88,51 miliar atau setara USD5 juta dengan kurs Rp17.703 per USD.