Curhat Deyang Sebelum Mundur dari Kepala BGN
:
0
Naniek Sudaryati Deyang curhat soal kekhawatirannya mengelola anggaran yang sangat besar BGN. Foto: Akun Fb Naniek S Deyang
EmitenNews.com - Naniek Sudaryati Deyang sudah menyatakan mundur sebagai kepala Badan Gizi Nasional (BGN) ke Presiden Prabowo Subianto. Jabatan orang nomor satu di lembaga yang banyak disorot berbagai kalangan tersebut hanya diembannya sekitar dua bulan.
Naniek pamit ke Presiden Prabowo untuk berangkat berobat ke luar negeri, Rabu (22/7/2026) ini. Menandai berakhirnya tugasnya sebagai kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana, resmi ditangkap dan ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu, 3 Juni 2026.
Selama menjabat sebagai kepala BGN, Naniek mengakui memiliki ketakutan yang besar terkait dengan anggaran lembaga yang sangat besar. Di akun facebook-nya Naniek mengatakan, “Soal membereskan mungkin meski berat saya masih bisa atasi , tapi memegang anggaran besar itu yg membuat saya trauma akut,” ujarnya dalam postingan di Facebook, Selasa (21/7/2026) dinihari.
Berikut curhatan lengkap Naniek S Deyang di akun facebooknya:
Menunggu sepertiga malam, curhat dikit ya..
Setelah 9 hari tepar ( sempat dirawat 1 Minggu) , akhirnya kemarin bisa ikut Rapat Kabinet....
Satu hal yg saya ingin tulis ( sebagai loyalis Pak Prabowo kata nitizen
), saya harus angkat topi setinggi -tingginya pada Pak Presiden Prabowo.
Bagaimana beliau secara mental dan kesehatan dihantam habis selama hampir 2 tahun ini ( bahkan sdh sejak belasan tahun lalu), namun beliau tegar , sehat dan kuat serta pantang menyerah. Masyallah saya mikir kok saya melihat beliau ini kayak manusia ajaib yg betereinya gak ada habisnya.
Sumpah saya malu semalu -malunya , yg secara umur relatif jauh masih muda , secara tanggung jawab hanya Kepala BGN, tapi belum genap dua bulan saya pimpin BGN saya ambruk.
Pak Prabowo harus mikir 1001 persoalan bahkan ratusan ribu persoalan, namun satu per satu beliau bisa selesaikan, bahkan yg tidak pernah bisa diselesaikan selama ini , bisa beliau selesaikan.
Menurut dokter saya ada sumbatan di arteri jantung yg selain karena kolesterol tinggi, juga dipicu juga oleh stres yg luar biasa! Saya saat ini memimpin lembaga yg semua orang mencibir karena semua taulah..., jadi bisa dibayangkan ancurnya...
Soal membereskan mungkin meski berat saya masih bisa atasi , tapi memegang anggaran besar itu yg membuat saya trauma akut. Saya sampai gak bisa tidur kalau ingat "ini duit negara , duit rakyat harus benar dijalankan dan tdk boleh saya kecolongan"..
Jagain duit besar agar tersalurkan dengan benar dan tidak disalahgunakan itu seperti berdiri di tebing jurang yg curam , meleng sedikit bisa terjerembab dan mati.
Saking takutnya saya memegang anggaran besar , sampai tanda tangan apapun saya tidak mau sendiri harus dua Waka ikut paraf, baru saya mau tanda tangan. Setiap kebijakan saya tanya berulang -ulang . Bahkan kalau Sepri saya bawa tumpukan dokumen saya sudah parno duluan dan badan panas-dingin , akibatnya saya ambrukkkk....
Wis pokoknya gak bisa diceritakan di sini deh ..untungnya saya punya dua Waka TOP Markotop , yg satu auditor ulung yaitu Ibu Arumsari satu lagi nyalinya luar biasa untuk ngadepin apapun, Pak Trenggono.
Mohon doanya ya kawan -kawan , semoga saya kuat untuk menata BGN ( meski saya dah pamit presiden "jangan lama -lama saya di BGN karena saya mau konsen utk kesehatan saya")
Oh ya mohon maaf saya sekarang gak punya HP , nomer yg biasa saya pakai sudah saya buang , capai diteror kanan -kiri dan membuang nomer HP ternyata 50 persen dari obat jantung saya
. Palingan kalau ngintip Medsos atau mau tlp orang pinjam nomer Sepri .
Bila Anda berselimut madu , maka jangan dikira Anda akan punya hidup yang manis, di situ Anda akan "diserang" dari berbagai penjuru angin yang ingin menikmati madu yang Anda pegang ..pilihannya? Kayaknya angkat bendera putih deh
..
Selamat menjalankan shalat tahajud kawan's
Related News
Danai LRT Hingga RSUD, Pemprov DKI Siapkan Obligasi Rp3,5T pada 2027
Motor Listrik Nasional Momentum Reindustrialisasi Ekonomi Dalam Negeri
Target Swasembada 2027, DPR Minta Pemerintah Batasi Impor Garam
KPK Tetapkan Bupati LAZ Tersangka Korupsi, Terkait Pengadaan dan Jasa
Bangun Ekosistem Hidrogen, ESDM Ungkap Potensi Investasi Rp32 Triliun
Mensesneg Minta Proses Hukum Febrie Jangan Kaitkan dengan Presiden





