Disepakati Transfer ke Daerah 2027 Rp735T, Prioritasnya Belanja Daerah
:
0
Ilustrasi ASN di daerah. Dok. Bengkulu Interaktif.
EmitenNews.com - Porsi anggaran transfer ke daerah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 tidak berubah. Badan Anggaran DPR menyepakati rincian anggaran TKD dalam RAPBN 2027 Rp735 triliun. Prioritasnya antara lain pemenuhan belanja pokok daerah, seperti belanja pegawai, belanja operasional pemerintah, dan pelayanan dasar publik.
Wakil Ketua Banggar DPR Wihadi Wiyanto mengatakan hal tersebut dalam rapat panitia kerja (panja) TKD, Rabu (9/9/2026).
“Porsi TKD 2027 tidak berubah dari rencana yang tertuang dalam RAPBN 2027. Kita naikkan kesepakatan TKD dalam RAPBN 2027 mencapai Rp 735 triliun," kata Wihadi Wiyanto dalam rapat panja.
Ini dia rincian kesepakatan TKD 2027:
- Dana Bagi Hasil (DBH) Rp63,64 triliun
- Dana Alokasi Umum (DAU) Rp415 triliun
- Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp159,44 triliun
- Dana Alokasi Khusus Fisik Rp5 triliun
- Dana Alokasi Khusus nonfisik Rp150,83 triliun
- Dana Otonomi Khusus (Otsus) Rp16,85 triliun
- Dana Keistimewaan Rp1.100 triliun
- Transfer Hibah Rp3.529,5 triliun
- Dana Desa Rp77 triliun
- Dana insentif fiskal Rp2.250 triliun
Anggaran TKD 2027 naik 5,5% menjadi Rp735 triliun, dari outlook realisasi TKD 2026 sebesar Rp696,9 triliun.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, besaran anggaran TKD pada 2027 akan diprioritaskan untuk pemenuhan belanja pokok daerah, seperti belanja pegawai, belanja operasional pemerintah, dan pelayanan dasar publik.
Selanjutnya, ditujukan untuk mengurangi ketimpangan fiskal vertikal dan horizontal (antardaerah) untuk akselerasi peningkatan dan pemerataan layanan dasar bagi masyarakat daerah.Juga memperkuat kemampuan fiskal daerah, serta mendukung pelaksanaan otonomi daerah. ***
Related News
Bayar Cicilan Kopdes 2027 Rp51T, Kemenkeu Siapkan dari Dana Desa
Kelakar Utang Whoosh Purbaya, Berbuah Kritik Tajam dari Eks Ketua MK
Ratusan Siswa Keracunan MBG, Anggota DPR Ini Minta Evaluasi Menyeluruh
Cost Recovery Migas 2027 Jadi USD10,1 Miliar, DPR Tanya Buat Apa Saja?
Titah Presiden, Dorong Inklusi Keuangan Buat Rekening Massal BRI-BSI
Silmy Karim Praperadilankan Penyitaan Asetnya, KPK Jawab Silakan Saja





