Dana Daerah, Tak Cukup ke Kemendagri dan BI Kang Dedi Juga Datangi BPK
:
0
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melayani pertanyaan wartawan. Dok. Channel Kang Dedi Mulyadi/Radar Bogor.
EmitenNews.com - Perjalanan Dedi Mulyadi ke Kementerian Dalam Negeri, dan Bank Indonesia terkait kejelasan mengendapnya dana Jawa Barat, ternyata tidak cukup. Gubernur Jawa Barat itu melanjutkan kunjungannya ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), pada Jumat (24/10/2025). Kang Dedi ingin mencari tahu mengenai informasi soal alur kas daerah, sehingga perlu mendatangi BPK.
Dalam keterangannya yang dikutip Ahad (26/10/2025), Gubernur Dedi Mulyadi menuturkan dirinya ingin mengetahui langsung apakah alur kas Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah benar atau tidak. Hal ini terkait dengan polemik data simpanan pemerintah daerah di perbankan.
"BPK dan BPKP adalah instansi yang berhak melakukan penilaian terhadap kinerja keuangan pemerintah provinsi Jawa Barat dan pemerintah Indonesia," kata Dedi Mulyadi yang dipanggil Kang Dedi Mulyadi (KDM), di Instagram miliknya @dedimulyadi71, Jumat (24/10/2025).
"Secara administratif, BPK menentukan benar dan salahnya keuangan," tambah Bapak Aing, begitu ia dinamai di dunia medsos.
KDM menyatakan, upaya ini adalah langkah tepat untuk menjaga keuangan daerah, agar belanja dapat bermanfaat bagi kepentingan masyarakat.
Dalam video unggahannya, Gubernur Jabar itu menunjukkan perbaikan jalan-jalan di daerah Jawa Barat. Perbaikan ini belum selesai, sehingga pemerintah daerah biasanya hanya memberikan down payment atau DP sebesar 30%.
"Kalau dibayarkan 100%, repot jika pekerjaannya tidak selesai dan tidak berkualitas. Pihak pembayar, kepala PU, penyelenggaranya kegiatannya, pemegang kas provinsinya akan dikenakan pidana karena tuduhan memperkaya diri," ujar mantan Bupati Purwakarta tersebut.
Oleh karena itu, alur keuangan dan pengeluaran harus tepat dan hati-hati. Jika tidak tepat, ini akan menimbulkan konsekuensi politik.
Gubernur Dedi Mulyadi merespon pernyataan Menke Purbaya Yudhi Sadewa
Mengenai hasil pengecekannya ke Bank Indonesia, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan soal isu dana pemerintah daerah yang mengendap di bank sebesar Rp4,17 triliun. KDM menyambangi kantor pusat Bank Indonesia, di Jakarta, Rabu (22/10/2025). Dari Instagram miliknya, KDM tampak menumpang motor agar bisa sampai tepat waktu ke BI.
Related News
Bareskrim Ungkap Modus Penyelundupan 28 Ton Timah Tujuan Malaysia
Kasus Perintangan Hukum, Hakim Kasasi MA Bebaskan Eks Petinggi JakTV
5 Tewas di Kasus Longsor Gorontalo, Tambang Ilegal Risiko Sistemik
Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Tertinggi di Wilayah Bapak Aing
Putusan MK, Relawan tak Bisa Adukan Pasal Penghinaan Presiden
MagangHub 2026 Buka 28.455 Lowongan di 3.672 Instansi





