Data Center Serbu DMAS, Manajemen Buka Opsi Konversi Landbank
:
0
Pintu masuk kawasan industri Greenland International Industrial Center (GIIC) Kota Deltamas, Cikarang, Jawa Barat.
EmitenNews.com - PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) membuka peluang konversi cadangan lahan atau land bank komersial dan residensial untuk memenuhi lonjakan permintaan lahan sektor data center di kawasan Kota Deltamas.
Hal itu diungkapkan manajemen DMAS untuk mengakomodasi tingginya demand atas lahan industri mencapai 85 hektar. Yang mana 75 persen di antaranya berasal dari sektor data center.
Direktur DMAS, Tondy Suwanto menyampaikan hingga 30 Juni 2026, land bank yang dimiliki DMAS sebagian besar dialokasikan untuk sektor komersial 357 ha, residensial 164 ha dan hanya 60 ha untuk sektor industri, atau total keseluruhan mencapai 581 ha.
Adapun untuk mengakomodir lonjakan demand sektor industri, ekspansi penambahan lahan masih difokuskan di kawasan Deltamas. Hal itu dikarenakan minimum lahan yang dibutuhkan sebesar 500 hektar.
“Tapi kami sebagai perseroan yang masih memiliki cadangan lahan seluas 581 hektare secara total, memiliki fleksibilitas untuk melakukan konversi, yaitu baik dari sektor komersial maupun dari sektor residensial,” ujarnya dalam Public Expose Live, Senin (7/9).
Untuk diketahui, DMAS mengemas prapenjualan sebesar Rp1,15 triliun pada semester pertama tahun 2026. Capaian tersebut didominasi oleh sektor industri khususnya dari sektor data center. Bahkan, permintaan lahan industri mencapai 85 hektar, 75 persen berasal dari sektor data center.
Seiring tingginya permintaan akan lahan industri, Perseroan akan terus berkomitmen untuk meningkatkan fasilitas dan memberikan layanan terbaik untuk mewujudkan Kota Deltamas sebagai sebuah kawasan terpadu modern ramah lingkungan dan sebagai pusat aktivitas regional di timur Jakarta.
Di antaranya, dari sisi kelistrikan, perseroan bekerja sama dengan PT PLN (Persero) dalam penyediaan pasokan listrik premium dengan kapasitas yang dapat mencapai 1.000 MVA.
Sementara dari sisi air bersih, kapasitas yang tersedia saat ini mencapai sekitar 30.000 hingga 40.000 meter kubik per hari. Bahkan, DMAS tak menutup kemungkinan untuk meningkatkan kapasitas tersebut.
“Kita akan tambah lagi sampai 57.000 bahkan sampai 60.000 meter kubik air per hari,” ujar Tondy.
Related News
TPIA Siapkan Rp361,48M untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo 27 September
Dividen Interim BMRI Rp66 per Saham, Distribusi 2 Oktober 2026
Caplok Digiserve, TLKM Genjot Bisnis Kontribusikan 20–40% Pendapatan
GOTO Macet di Rp50, Bos TLKM Buka Suara Perihal Sahamnya yang Nyangkut
CANI Jual Kapal Tunda, Saham Masih Suspend, Sandang 2 Notasi
Harga Masker Melesat, OMED Tak Naikkan Harga tapi Banyak yang Sold Out





