Diskon Harga Tiket Tak Otomatis Dongkrak Jumlah Penumpang Pesawat
:
0
Penumpang berjalan untuk menaiki pesawat. Dok. NusaBali.
EmitenNews.com - Program insentif diskon harga tiket tidak otomatis mendongkrak jumlah penumpang transportasi udara. Meski perkembangan angkutan nasional pada Desember 2025 menunjukkan peningkatan aktivitas transportasi, terutama didorong oleh lonjakan mobilitas masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru, angkutan udara domestik satu-satunya moda yang mencatatkan penurunan jumlah penumpang secara tahunan.
Lihat saja data Badan Pusat Statistik, yang dipaparkan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam rilisnya, Senin (2/2/2026).
BPS mencatat, secara bulanan seluruh moda transportasi mencatatkan kenaikan jumlah penumpang. Selain faktor musiman, peningkatan mobilitas juga didukung oleh kebijakan pemerintah.
Kenaikan itu juga ditambah oleh adanya program stimulus pemerintah berupa diskon harga tiket. Namun, jika dilihat secara tahunan, tidak semua moda transportasi mengalami pertumbuhan.
"Secara tahunan terjadi peningkatan jumlah penumpang pada seluruh moda transportasi, kecuali angkutan udara," ungkap Ateng.
Angkutan udara domestik menjadi moda yang mengalami penurunan jumlah penumpang secara year-on-year. Sebaliknya, moda lain justru mencatatkan kinerja positif, dengan peningkatan tertinggi terjadi pada angkutan laut domestik.
"Angkutan udara domestik mengalami penurunan. Peningkatan jumlah penumpang tertinggi terjadi pada angkutan laut domestik. Yaitu meningkat year-on-year-nya 10,56 persen," kata Ateng Hartono.
Sementara itu, angkutan udara internasional masih menunjukkan tren pemulihan. Berdasarkan moda transportasinya, untuk angkutan udara internasional mengalami peningkatan 8,14 persen. Yaitu dari 19 juta penumpang pada tahun 2024 menjadi 20,55 juta penumpang pada tahun 2025.
Angkutan laut domestik, dan kereta api juga menunjukkan kinerja positif. Angkutan laut domestik tumbuh 16,48 persen. Angkutan kereta dengan jumlah penumpang paling besar ini mengalami peningkatan sebesar 8,8 persen. Dari awalnya itu 500,5 juta penumpang pada tahun 2024 menjadi 549,9 juta penumpang pada tahun 2025.
Kereta api menjadi moda dengan kontribusi terbesar terhadap total penumpang nasional. Nampaknya moda kereta api selain kontribusinya paling besar, juga di tahun 2025 mengalami peningkatan yang tergolong signifikan.
Related News
Garap Blok Tuna, Perusahaan Migas Rusia Zarubezhneft Siap Juni
Hadirkan Sahabat Berkahmu, BCA Syariah Catat Total Aset Rp19,9 Triliun
OCBC Perluas Layanan Finansial Lewat Akuisisi Wealth Management HSBC
Baru Seminggu Tembus 7.000, Hari ini Indeks Kospi 'Taklukkan' 8.000
Rupiah Pagi ini Sempat Tembus Rp17.600 per Dolar AS
Dividen BUMN Perkuat Tulang Punggung Ekonomi Nasional





