EmitenNews.com -Tekanan jual di pasar saham domestik belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lanjut merosot tajam pada perdagangan Jumat (5/6/2026), memperpanjang tren koreksi yang telah berlangsung sepanjang pekan.

Indeks komposit ditutup anjlok 245 poin atau 4,20% ke level 5.594,76, sekaligus semakin menjauh dari level psikologis 6.000 yang telah ditinggalkan sejak pertengahan pekan. Koreksi ini menandai pelemahan harian ketiga secara beruntun dengan total penurunan lebih dari 10% sejak awal pekan.

IHSG sebenarnya sempat membuka perdagangan di zona hijau pada level 5.846,49. Namun optimisme tersebut hanya bertahan sesaat sebelum aksi jual besar-besaran kembali menghantam pasar dan menyeret indeks ke level terendah harian di 5.594,11.

Sentimen negatif tercermin dari dominasi saham yang terkoreksi. Sebanyak 626 saham ditutup melemah, hanya 108 saham yang berhasil menguat, sementara 81 saham lainnya stagnan.

Aktivitas perdagangan tetap berlangsung ramai dengan volume transaksi mencapai 37,4 miliar saham, frekuensi 2,19 juta kali, dan nilai transaksi sebesar Rp31,46 triliun.

TPIA dan Big Banks Kembali Menekan IHSG

Dari sisi nilai transaksi, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) kembali menjadi pusat perhatian pasar. Emiten Grup Barito milik pengusaha Prajogo Pangestu tersebut mencatat nilai transaksi terbesar mencapai Rp5,5 triliun.

Namun tingginya aktivitas perdagangan tidak diikuti penguatan harga. TPIA justru kembali terkoreksi 5,09% ke level Rp1.305 per saham dan menjadi salah satu pemberat utama pergerakan IHSG.

Tekanan juga datang dari saham-saham perbankan berkapitalisasi jumbo yang kembali diburu aksi jual investor.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham dengan tekanan terbesar setelah merosot 6,45% ke Rp5.075 dengan nilai transaksi mencapai Rp3 triliun.