EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis di tengah sentimen kenaikan suku bunga Bank Sentral AS, The Federal Reserve. Pada perdagangan Kamis (17/9/2026), IHSG dibuka naik 59,54 poin atau 0,93% ke level 6.496,40.

Berdasarkan data Stockbit, IHSG sempat menyentuh level tertinggi intraday di 6.500,40 pada pukul 09:04 WIB. IHSG dibuka di level 6.455,03 dan bergerak di rentang 6.450,93 - 6.500,40.

Volume transaksi tercatat 2,94 miliar saham dengan turnover Rp1,22 triliun dan frekuensi 182.290 kali. Sebanyak 378 saham menguat, 145 melemah, dan 184 stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat Rp11.328,53 triliun.

Penguatan IHSG terjadi di saat pasar global tertekan usai The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps ke kisaran 3,75–4% pada Rabu (16/9) waktu setempat. Ini menjadi kenaikan suku bunga pertama sejak 2023 dan diambil secara bulat oleh seluruh anggota dewan gubernur.

Gubernur The Fed, Kevin Warsh, mengatakan kenaikan suku bunga diperlukan untuk mempercepat penurunan inflasi menuju target 2%, seiring penguatan aktivitas ekonomi dan tekanan inflasi yang semakin meluas.

Selain itu, proyeksi terbaru The Fed mengindikasikan kenaikan lanjutan sebesar 25 bps lagi ke level 4–4,25% hingga akhir 2026, naik dari proyeksi Juni 2026 di level 3,75–4%. Pasar pun memproyeksikan probabilitas ∼90% untuk kenaikan tersebut, berdasarkan CME FedWatch Tool.

Reaksi pasar per penutupan Rabu (16/9):

- Harga emas turun -0,7% ke US$ 4.263/oz, setelah sempat menguat +1,7% intraday.

- Yield obligasi AS tenor 10 tahun naik +2 bps ke ∼5%.

- Indeks Dolar AS (DXY) naik +0,6% ke 100,3, tertinggi sejak akhir Juli 2026.