EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin kembali ditutup menguat. Itu seiring soliditas laporan keuangan emiten kuartal kedua tahun ini, dan koreksi harga minyak mentah berlanjut. Kondisi itu, harapan akan segera tercapainya kesepakatan untuk membuka selat Hormuz.

Saham sektor teknologi berkapitalisasi besar Palantir mencatat kenaikan terbaiknya dalam dua tahun lebih yaitu sebesar 29,45 persen setelah membukukan kinerja keuangan kuartal II 2026 jauh melampaui ekspektasi. Caterpillar sebagai konstituen Dow Jones mencatat kenaikan terbesar yaitu 5,60 persen.

Maklum, kinerja Caterpillar kuartal II 2026 lebih baik dari ekspektasi, dan menaikkan panduan pendapatan tahun ini seiring soliditas permintaan percepatan pembangunan pusat data teknologi kecerdasan buatan. Penguatan indeks bursa Wall Street, aksi beli investor asing, dan lonjakan harga beberapa komoditas mineral logam diprediksi menjadi sentimen positif.

Tentu, indeks harga saham gabungan (IHSG) akan mendapat sentuhan positif. Dengan begitu, IHS diprediksi melanjutkan penguatan. Sepanjang perdagangan hari ini, Rabu, 5 Agustus 2026, IHSG akan menyusuri kisaran support 6.255-6.190, dan resistance 6.385-6.450. Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham-saham berikut.

Yaitu, Medco Energi Internasional (MEDC), Merdeka Copper Gold (MDKA), Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI). (*)