IHSG Lanjut Menguat, Buruan Bungkus Saham Sawit Sumbermas (SSMS)

EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini akan mengorbit zona hijau. Melanjutkan penguatan perdagangan kemarin. Maklum, para investor telah mengantisipasi rapat The Fed meski bursa regional masih mengalami koreksi.
”Oleh karena itu, sepanjang perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak pada rentang support 6.890, dan resisten 7.130,” tutur Alwin Rusli, Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia, Rabu, 15 Juni 2022.
Secara teknikal, IHSG kembali bergerak di atas angka 7.000, yang sempat bergerak menguji level support MA 20, dan MA 80. Candle menguat itu, menembus level resistance fibonacci 7.014. Pertanda-pertanda itu, terutama setelah kembali menembus ke atas level 7.000, mengindikasikan IHSG akan melanjutkan penguatan.
Sejumlah saham berpotensi naik antara lain Centratama (CENT), XL Axiata (EXCL), Bumi Minerals (BRMS), Sariguna (CLEO), Elnusa (ELSA), Hexindo (HEXA), Timah (TINS), Semen Indonesia (SMGR), Adaro (ADRO), Alam Sutera (ASRI), Indomobil Multi (IMJS), Temas (TMAS), Sigma Energi (SICO), Adhi Karya (ADHI), Sawit Sumbermas (SSMS), Telkom (TLKM), Unilever (UNVR), dan Waskita Karya (WSKT).
Kemarin IHSG menguat 0,78 persen menjadi 7.049,88. itu didorong sektor transportasi tekor 1,71 persen, teknologi surplus 1,05 persen, dan consumer non-cyclicals minus 1,00 persen. Investor asing membukukan net sell Rp 748.75 miliar dengan saham-saham paling banyak dijual BBCA, BBRI, dan TLKM.
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street berhasil ditutup mix cenderung melemah. Investor wait and see menjelang rapat The Fed dengan kemungkinan kenaikan suku bunga hingga 75 bps. Bursa Asia pagi ini menyusuri zona merah. Indeks Nikkei turun 0,35 persen, dan indeks Kospi terkoreksi 0,59 persen. Koreksi bursa regional akibat kekhawatiran inflasi. (*)
Related News

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker

Diskon Biaya Listrik 50 Persen Berakhir, Maret Berlaku Tarif Normal

Konsumsi Solar Turun 19 Persen Dampak Pembatasan Operasional Truk

Joint Program Optimalisasi Penerimaan Negara 2025 Dimulai