IHSG Naik 0,26 Persen di Sesi I, HMSP, MIKA, BMRI Top Gainers LQ45

EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga penutupan perdagangan sesi I siang hari ini Rabu (28/9) naik 18,506 poin atau 0,26% ke level 7.130,955.
Penguatan IHSG di Sesi I dipicu oleh IDX Sektor Barang Konsumen Primer yang naik 0,48%, IDX Sektor Keuangan naik 0,40% dan IDX Sektor Kesehatannaik 0,29%. Sementara itu, IDX Sektor Teknologi menjadi sektor turun -1,05%, IDX Sektor Transportasi & Logistik turun 0,79%, IDX Sektor Barang Baku turun 0,54%.
Total volume perdagangan saham hingga sesi I siang hari ini mencapai 14,15 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 6,76 triliun. Sebanyak 189 saham naik, 314 saham turun harga dan 175 flat.
Top gainers LQ45 hingga sesi I adalah, HM Sampoerna Tbk (HMSP) naik 3,95%, Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) naik 2,95 dan Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 1,87% Sedangkan top losers LQ45 - Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) turun 1,94%, Vale Indonesia Tbk (INCO) turun 1,90% dan Timah Tbk (TINS) turun 1,82%.
Saham-saham yang yang mengalami kenaikan harga diantaranya GGRM sebesar Rp1.950 menjadi Rp24.800 per lembar dan MIDI sebesar Rp180 menjadi Rp2.670 per lembar serta BMRI sebesar Rp175 menjadi Rp9.525 per lembar.
Saham-saham yang mengalami penurunan harga diantaranya DCII sebesar Rp1.100 menjadi Rp36.700 per lembar dan LINK sebesar Rp330 menjadi Rp4.430 per lembar serta PTSP sebesar Rp250 menjadi Rp3.860 per lembar.
Saham-saham yang teraktif diperdagangkan diantaranya SMDM sebanyak 22.192 kali senilai Rp40,7 miliar kemudian KJEN sebanyak 20.197 kali senilai Rp44,3 miliar dan NICL sebanyak 20.178 kali senilai Rp2,62 miliar.
Related News

OP Pangan Murah Salurkan 2.853 Ton Komoditas Selama Ramadan

Maanfaatkan Pasar Mamin, ITPC Meksiko Fasilitasi Business Matching

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker