EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampil paling garang se-ASEAN dalam sepekan. Data per penutupan perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026 menunjukkan IHSG menguat 2,78% ke level 6.409,65 dari posisi pekan lalu 6.236,13.

Kenaikan itu menempatkan IHSG sebagai indeks dengan performa terbaik di kawasan Asia Tenggara. Di belakangnya ada Vietnam VN-Index naik 1,67%, Singapura STI naik 1,24%, Filipina PSEI naik 0,88%, dan Malaysia KLCI naik 0,63%.

Satu-satunya yang merah di ASEAN adalah Thailand. SET Index terkoreksi 0,72% ke 1.612,00. Meski begitu, Thailand tetap nomor wahid di kawasan secara kinerja year-to-date.

Kalau ditarik ke Asia Pasifik, IHSG masih bersaing ketat. Australia memimpin dengan reli indeks komposit hingga 3,37%, disusul Taiwan 2,57%, Jepang 1,93%, dan China 2,81%. Hong Kong naik 0,84%, India naik 0,46%.

Sementara Korea Selatan justru jadi bulan-bulanan. KOSPI anjlok 8,10% dalam sepekan, penurunan terdalam di antara indeks utama Asia Pasifik.

Momentum Didukung Reli 1 Bulan

Penguatan sepekan ini sejalan dengan tren 1 bulan terakhir. Berdasarkan data Sinarmas Sekuritas pada Jumat (7/8/2026), IHSG melesat sekitar 7,2%. Angka itu menempatkan Indonesia sejajar dengan pasar saham dengan performa terbaik di Asia setelah sebelumnya tertatih-tatih di Mei–Juni.


Namun, IHSG masih sedikit di bawah Hang Seng Index Hong Kong yang naik sekitar 8% dalam periode sebulan terakhir. Sementara itu, KOSPI justru menjadi paling apes dengan koreksi tajam 21,8% secara bulanan.

Lonjakan IHSG ini mengindikasikan dana asing mulai kembali melirik aset Indonesia. Namun, Sinarmas Sekuritas mengingatkan euforia ini belum bisa dibilang aman sepenuhnya. 

"Sebagian kenaikan tersebut merupakan pemulihan dari posisi yang sebelumnya tertinggal, sehingga bukan berarti seluruh risiko telah hilang," tulis riset Sinarmas Sekuritas, Jumat (7/8/2026).