IHSG Uji Area 6.554, Cermati Resistance dan Support Berikut!
:
0
Potret main hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Emiten News
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada awal pekan ini seiring terbentuknya momentum breakout pada area resistance terdekat.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta mengatakan, IHSG berpotensi menguji resistance di level 6.454 hingga 6.554. Sementara area support berada di level 6.354 dan 6.292.
"Pergerakan IHSG berpotensi membangun momentum breakout pada resistance terdekat karena faktor reli penguatan," ujar Nafan dalam risetnya, Senin (10/8).
Secara teknikal, Stochastics K_D masih menunjukkan sinyal positif. Selain itu, MA20 dan MA60 telah membentuk pola golden cross, yang mengindikasikan penguatan momentum IHSG. Sebagai gambaran, IHSG pada perdagangan Jumat (7/8) ditutup di level 6.409,654 atau menguat 1,03%. Dalam sepekan, indeks tercatat menguat 2,78%.
Penguatan IHSG juga ditopang oleh mayoritas sektor saham. Sektor basic materials menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 6,43%, disusul sektor energy yang tumbuh 4,60% dan healthcare sebesar 4,18%.
Sektor properties & real estate juga menguat 4,02%, barang consumer noncyclicals 3,31%, transportation & logistic 3,27%, consumer cyclicals 2,57%, infrastructures 2%, serta industrials 1,81%. Sementara sektor financials dan technology masing-masing hanya tumbuh 0,57% dan 0,58%.
Dari eksternal, sentimen pasar turut ditopang oleh penguatan bursa saham Amerika Serikat. Pada Jumat, S&P 500 naik 0,62% dan mencetak rekor baru, sedangkan Nasdaq menguat 1,30% dan Dow Jones naik 0,28%. Penguatan tersebut terjadi setelah data US nonfarm payroll menunjukkan kondisi tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan. Kondisi itu kembali meningkatkan ekspektasi pelaku pasar terhadap kemungkinan kebijakan The Fed yang lebih akomodatif.
Menurut Nafan, kondisi tersebut berpotensi memperkuat risk appetite investor terhadap aset berisiko di pasar saham regional, termasuk Indonesia.
Sementara dari domestik, pelaku pasar akan mencermati rilis indeks keyakinan konsumen (IKK) periode Juli 2026 dari Bank Indonesia. Berdasarkan proyeksi Trading Economics, IKK diperkirakan berada di level 116, turun dari posisi sebelumnya 117,8. Kendati demikian, level tersebut masih berada dalam zona optimistis.
"Hal ini disebabkan momentum konsumsi rumah tangga masih belum sepenuhnya pulih," pungkas Nafan.
Related News
IPOT Padukan Esports dan Literasi Keuangan di Esports Kapolri Cup 2026
Harga Emas Meroket, IHSG Uji Level 6.500
Menanti Rebalancing MSCI, Ini Potensi Nasib CPIN dan GOTO
Proyeksi IHSG (10/8), Bidik Level Di Atas 6.400, Cek Saham Ini!
Trimegah AM Luncurkan XTRA Sebagai Akses Baru Investasi Emas
Kemitraan Danantara–JBS Siapkan USD5M untuk Ekspansi Bisnis di ASEAN





