EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,91 persen menjadi 6.231. Secara teknikal, terjadi pelebaran histogram positif MACD, namun Stochastic RSI berada di area overbought. IHSG ditutup di atas level MA50 dengan didukung oleh kenaikan volume beli.

So, IHSG diperkirakan berpotensi uji level resistance 6.250-6.300, meski perlu diwaspadai potensi profit taking. Berdasar hasil survei perbankan Bank Indonesia (BI), nilai saldo bersih tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru mencapai 93,08 persen pada kuartal I 2026, meningkat dibanding kuartal I di level 38,74 persen, lebih tinggi dari kuartal II 2025 di posisi 85,22 persen.

Kenaikan penyaluran kredit baru itu, dari pertumbuhan seluruh jenis penggunaan kredit. Penyaluran kredit modal kerja mencatat SBT tertinggi 94,34 persen, diikuti kredit investasi 93,51 persen, dan kredit konsumsi 83,67 persen. Meski begitu, BI mencatat perbankan menerapkan standar pemberian kredit lebih ketat pada kuartal II 2026.

Kenaikan pemberian kredit itu, mengindikasikan aktivitas ekonomi pada kuartal II 2026 masih ekspansif seiring dengan kenaikan permintaan akan kredit. Nah, di tengah sentimen negatif eksternal akibat eskalasi ketegangan geopolitik Timur Tengah, dan kekhawatiran investor akan valuasi saham AI, sentimen pasar domestik justru berbalik positif.

Itu setelah S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level investment grade (BBB) dengan prospek stabil pekan lalu. Hasil itu, mulai meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. Namun, perlu diwaspadai jika kenaikan harga minyak berlangsung lama sehingga memicu kembali akan potensi kenaikan suku bunga the Fed, dan penguatan dolar Amerika Serikat (USD) berlanjut.

Berdasar data dan fakta tersebut, Phintraco Sekuritas menyarankan para investor untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Dian Swastatika (DSSA), Elang Mahkota alias Emtek (EMTK), Impack Pratama (IMPC), HM Sampoerna (HMSP), dan Elnusa (ELSA). (*)