EmitenNews.com - Mayoritas indeks utama Wall Street kemarin kembali melanjutkan penguatan. Itu seiring penguatan optimisme pelaku pasar mengenai keberlanjutan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Sentimen pasar sedikit mereda setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, setuju membuka negosiasi langsung dengan Lebanon. 

Sebelumnya, ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyebut serangan Israel ke Lebanon melanggar kesepakatan gencatan senjata. Sektor teknologi ikut mendorong penguatan indeks S&P 500. Saham Meta Platforms melonjak 2,6 persen setelah perusahaan meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) terbaru. 

Saham defensif seperti Walmart dan perusahaan utilitas American Electric Power juga mengalami kenaikan. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menegaskan pasukan militer AS akan tetap disiagakan di sekitar Iran hingga Teheran benar-benar mematuhi kesepakatan. Ia juga memperingatkan pelanggaran apa pun akan memicu respons militer lebih besar.

Penguatan mayoritas indeks Wall Street seiring harapan gencatan senjata di Timur Tengah berlanjut, dan penguatan beberapa harga komoditas global diperkirakan dapat menjadi sentimen positif. Sementara itu, aksi net sell asing pada perdagangan kemarin berpotensi menjadi sentimen negatif. 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak melanjutkan penguatan dengan support 7.191-7.084, dan resistance 7.423-7.528. Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor mengoleksi sejumlah saham berikut.

Yaitu, Triputra Agro Persada (TAPG), Dharma Satya Nusantara (DSNG), Elang Mahkota Teknologi alias Emtek (EMTK), Indo Tambangraya Megah (ITMG), Hartadinata Abadi (HRTA), dan Barito Pacific (BRPT). (*)