Indonesia Mulai Impor Minyak Rusia untuk Amankan Pasokan Energi
:
0
Indonesia resmi memulai pembelian minyak mentah asal Rusia sebagai bagian dari rencana pemerintah untuk mengimpor total 150 juta barel. Ilustrasi: Rusia's Pivot to Asia)
EmitenNews.com - Indonesia resmi memulai pembelian minyak mentah asal Rusia sebagai bagian dari rencana pemerintah untuk mengimpor total 150 juta barel. Langkah ini diambil guna memperkuat ketersediaan bahan bakar di dalam negeri di tengah ketergantungan nasional terhadap pasokan energi luar negeri.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia, Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi realisasi pengiriman tahap awal tersebut dalam konferensi dan pameran Global Hydrogen Ecosystem di Jakarta (21/7).
"Kami telah melaksanakan tahap pertama. Indonesia masih bergantung pada impor minyak, dan memastikan pasokan bahan bakar domestik yang cukup tetap menjadi isu penting. Kami akan terus mengimpor minyak terlepas dari negara asalnya selama impor tersebut memenuhi persyaratan peraturan yang ada," kata Bahlil.
Berdasarkan data bea cukai Indonesia, pengiriman perdana mencakup sebanyak 770.000 barel minyak Rusia dengan nilai mencapai sekitar USD 75 juta. Pasokan tersebut tiba dan dikirim ke pelabuhan Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 29 Juni. Minyak mentah tersebut diangkut dari Pelabuhan Kozmino yang terletak di kawasan Timur Jauh Rusia menggunakan kapal tanker bernama Sierra.
Menurut laporan media Rusia's Pivot to Asia, realisasi pengiriman ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan bilateral yang dicapai sebelumnya. Pada April tahun ini, Utusan Khusus Indonesia bidang Energi dan Lingkungan Hidup, Hashim Djojohadikusumo, menyatakan bahwa Indonesia telah menyetujui pasokan 150 juta barel minyak Rusia dengan skema harga khusus.
Kesepakatan pasokan energi tersebut dicapai dalam kunjungan Presiden Indonesia ke Moskow pada 13 April. Hashim menjelaskan bahwa pasokan minyak ini ditujukan untuk menjaga ketersediaan energi di dalam negeri sekaligus menjadi penyangga terhadap potensi guncangan ekonomi.
Dalam skema kesepakatan tersebut, pihak Rusia pada tahap awal setuju untuk mengirimkan 100 juta barel secara langsung dengan harga diskon. Sementara itu, sebanyak 50 juta barel sisanya akan dikirimkan pada tahap berikutnya sesuai dengan kebutuhan domestik Indonesia.(*)
Related News
Saham Nestlé Anjlok 7 Persen Usai Laba Jatuh, Bisnis Air Dijual
Mengekor Wall Street, IHSG Susuri Zona Merah
IHSG Berpotensi Lanjutkan Koreksi, Cek Area Support Hari Ini!
Harga Minyak Meledak, IHSG Rawan Profit Taking
AS Sanksi Tarif 60 Negara Soal Kerja Paksa, RI Kena 10 Persen
IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas





