Inflasi 5,28 Persen, IHSG Di Januari 2023 Terkoreksi 0,16 Persen
:
0
EmitenNews.com—Kinerja IHSG sepanjang Januari 2023, memang mengalami tekanan, Hal ini bisa di lihat dari IHSG yang mengalami koreksi 0,16 persen. Market cap per 31 Januari, Rp9.425 triliun turun 0,01 persen dan transaksi harian turun 30 persen di angka Rp10 triliun.
Direktur Utama BEI, Iman Rachman menyebut IHSG koreksi karena banyak investor asing yang profit taking, dan merelokasi dana investasinya kepada bursa yang tahun lalu terkoreksi.
“Namun, Iman secara lugas menyebut fundamental kita kuat, tapi di akhir tahun lalu BEI menjadi bursa positif tumbuh 4,1 persen, sehingga di awal tahun banyak investor yang melakukan aksi ambil untung atau profit taking.” kata Dia dalam pertemuan dengan Media, Kamis (2/2/2023).
Iman meyakini, tekanan yang dialami IHSG saat ini sifatnya hanya sementara. BEI selaku otoritas mengaku optimis terkait prospek IHSG ke depan. Pasalnya, fundamental perekonomian RI masih terjaga. Ini tentunya akan menjadi katalis positif bagi indeks saham, sebab fundamental ekonomi suatu negara menjadi salah satu pertimbangan bagi para investor.
"Kita cukup yakin yang terjadi saat ini temporary. Pertama take profit, China dibuka januari, dan beberapa indikator ekonomi di Indonesia," ucapnya.
Related News
Tak Panik Soal Outflow MSCI, BEI Optimis Pasar Pulih & Value-Up Emiten
Sejarah Destry dan Aida, Era BI di Tangan Perempuan Segera Menjelang
Danantara Investor Potensial BEI, Bidik Wacana Progresif Terhadap PDB
Review MSCI Agustus Masih Freeze Saham RI, Begini Ungkapan BEI
Tahap Awal Demutualisasi BEI Lewat Private Placement, IPO Menyusul?
Dapat Restu RUPSLB, BEI Tetapkan Alex Widi Kristiono sebagai Komisaris





