Jasa Marga (JSMR) Kemas Laba Rp1,91T, Kini Garap 5 Proyek Jalan Tol
:
0
Konferensi Pers Public Expose PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) secara daring, Rabu (9/9). Foto: EmitenNews
EmitenNews.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mengemas pendapatan usaha sebesar Rp10,31 triliun di semester I 2026, tumbuh 7,6% YoY. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pendapatan tol sebesar Rp9,5 triliun yang naik 6,8% dan pendapatan usaha lain sebesar Rp798,2 miliar yang melonjak 17,6% yoy.
Pertumbuhan top-line tersebut terkonversi positif ke pos profitabilitas, ditandai oleh EBITDA perseroan naik 8,1% yoy menjadi Rp6,99 triliun, dengan EBITDA margin tetap terjaga pada level 67,8%, dan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,91 triliun, tumbuh 2,0% yoy.
Direktur Utama Jasa Marga (JSMR), Rivan A. Purwantoro mengatakan bahwa salah satu kekuatan Jasa Marga terletak pada skala jaringan yang dimiliki perseroan. Hingga Juni 2026, Jasa Marga memiliki 36 konsesi dengan total panjang 1.736 km dan telah mengoperasikan sekitar 1.294 km jalan tol yang merepresentasikan sekitar 42% dari total jalan tol yang beroperasi di Indonesia.
Skala tersebut memberikan basis bagi Jasa Marga untuk mengelola jaringan sebagai satu kesatuan portofolio dan network yang saling terhubung. Pendekatan ini membuka peluang bagi Perseroan untuk meningkatkan utilisasi jaringan sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi pada koridor-koridor yang dilalui.
“Kami melihat jaringan jalan tol sebagai sebuah network dengan value besar saat dikelola secara terintegrasi, yang dapat memperkuat hubungan antara pusat aktivitas ekonomi, kawasan industri, simpul logistik, maupun destinasi wisata, sehingga menciptakan peluang pertumbuhan baru di sepanjang jaringan,” ujar Rivan dalam Public Expose Live, Rabu (9/9).
Progres Proyek Baru Jalan Tol Jasa Marga (JSMR)
Di kesempatan yang sama, Rivan menyampaikan perkembangan lima proyek baru jalan tol yang digarap Jasa Marga. Pertama, proyek Jakarta-Cikampek Selatan II masih dalam tahap penyelesaian. Nantinya, akan terintegrasi dengan tol Purbaleunyi maupun Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road 2 (JORR II).
“Saat ini sedang dilakukan pembangunan dari Setu sampai dengan Sadang,” kata Rivan.
Kemudian, untuk akses tol Patimban sepanjang 14 km yang ditargetkan akan dioperasikan di tahun 2028. Lalu untuk Tol Jogja-Bawen seksi 1 Banyurejo saat ini memasuki tahap penyelesaian dan ditargetkan memperoleh sertifikat laik operasi (SLO) di akhir September 2026.
“Selain itu, seksi 6 yaitu Ambarawa-Bawen saat ini sudah bisa uji laik fungsi dan operasi yang ditargetkan beroperasi tahun ini,” lanjut Rivan.
Related News
Segmen Digital Banking BNI Tumbuh di Semester I 2026, Cek Pendorongnya
Adhi Karya (ADHI) Siapkan Divestasi 11 SPV, Paling Banyak di Jalan Tol
Bank Jatim (BJTM) Optimis KUB Buka Peluang Bisnis Lebih Luas
Public Expose SMSM, Beber Dividen hingga Capex Perseroan
ADHI Masih Menunggu Keputusan Danantara soal Suntikan Dana LRT City
Fitch Afirmasi Peringkat AAA(idn) untuk Indosat dan Surat Utangnya





