EmitenNews.com - Jepang dan Amerika Serikat pada melakukan intervensi pembelian yen terkoordinasi di pasar mata uang pada Jumat (31/7/2026). Ini merupakan langkah pertama dalam 15 tahun, dengan kedua negara siap untuk bertindak lagi jika perlu.

Intervensi selama perdagangan New York pada hari Jumat terjadi setelah yen mencapai 163,99 terhadap dolar AS pada 23 Juli, level terlemahnya dalam sekitar 40 tahun, di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang kebijakan fiskal ekspansif Perdana Menteri Sanae Takaichi yang pendanaannya tidak jelas.

Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan tindakan bersama ini diambil sesuai dengan Pernyataan Bersama Menteri Keuangan AS-Jepang yang dikeluarkan pada September 2025. “Dan untuk menangkal volatilitas berlebihan dan pergerakan yen Jepang yang tidak teratur dalam beberapa bulan terakhir,” kata Katayama dalam sebuah pernyataan di Tokyo, Senin (3/8/2026) sebagaimana dikutip Kyodo.

“Kementerian Keuangan Jepang tetap memperhatikan dan berkomunikasi erat dengan rekan-rekan kami di Departemen Keuangan AS. Kami tidak akan ragu untuk melakukan intervensi bersama lebih lanjut,” tambahnya.

Katayama juga mengatakan kepada wartawan di Tokyo bahwa koordinasi terbaru antara Jepang dan Amerika Serikat bertujuan untuk menghubungkan “keamanan ekonomi Tokyo dengan aliansi yang tak tergoyahkan” dengan Washington.

Presiden Donald Trump mengindikasikan pada hari Ahad di Amerika Serikat bahwa Washington telah melakukan intervensi pembelian yen atas permintaan pemerintah Takaichi, dan mengatakan kepada wartawan bahwa tindakan tersebut akan menguntungkan negaranya secara ekonomi.

Trump menambahkan, "Kami selalu ada untuk Jepang. Jepang telah sangat baik kepada kami, kecuali, tentu saja, Pearl Harbor," merujuk pada serangan udara mendadak Jepang tahun 1941 terhadap pangkalan angkatan laut di Hawaii yang mengakibatkan AS memasuki Perang Dunia II.

Intervensi terkoordinasi sebelumnya dilakukan untuk membendung kenaikan yen setelah gempa bumi dan tsunami besar di timur laut Jepang pada Maret 2011.

Di New York pada hari Jumat, yen melonjak ke level 157 terhadap dolar, dengan sumber pemerintah Jepang mengkonfirmasi intervensi pembelian yen dan penjualan dolar oleh otoritas mata uang.

Pergerakan ini terjadi setelah yen sempat melonjak ke kisaran 157 pada hari Kamis, naik hampir 5 yen dalam waktu sekitar 50 menit sebelum turun kembali ke level 160, sebagai akibat dari intervensi mata uang oleh Jepang yang kemudian dikonfirmasi oleh sumber pasar dan pemerintah.