Kasus Virus Nipah Muncul di India, Menkes Budi Ingatkan Kita Soal Ini
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. dok. Sekretariat Negara.
Kasus pertama, yang merupakan seorang perawat wanita ini, memiliki riwayat perjalanan ke Distrik Nadia, wilayah yang berbatasan langsung dengan Bangladesh, tanggal 14-17 Desember.
Pada 30 Desember 2025, pasien sempat mengalami batuk, demam tinggi. Lima hari kemudian, atau 4 Januari 2026, kondisinya memburuk sampai kehilangan kesadaran. Saat ini dalam kondisi kritis menggunakan ventilator.
Kemudian, kasus kedua, seorang perawat laki-laki yang sempat kontak dengan kasus pertama saat bekerja bersama pada 20-21 Desember. Pada tanggal 27 Desember, dia menunjukkan gejala demam, gangguan saraf, dan kejang. Berbeda dengan kasus pertama, kondisi pasien ini dilaporkan mulai membaik.
Hasil pemeriksaan RT-PCR pada 13 Januari 2026 secara resmi menyatakan keduanya positif virus Nipah. Selain itu, 3 nakes lain (termasuk dokter) kini berstatus suspek karena memiliki riwayat merawat pasien tersebut.
Di Tanah Air, meski masih berstatus bebas kasus, pemerintah Indonesia tetap waspada dengan memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk negara, baik bandara maupun pelabuhan.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menginstruksikan peningkatan deteksi dini di fasilitas pelayanan kesehatan bagi pelaku perjalanan yang memiliki riwayat dari wilayah terjangkit.
Walaupun belum ada terdeteksi kasus infeksi virus Nipah, ia mengatakan skrining sudah disiapkan termasuk menyiap reagen PCR untuk virus Nipah.
Yang diperketat saat ini, deteksi dini di pintu kedatangan dari luar negeri di bandara-bandara dan pelabuhan.
“Kita sudah siapkan reagen-reagennya. Jadi kalau ada yang dicurigai, batuk enggak sembuh-sembuh kan virus Nipah juga batuk, kita screening. Jadi tahu itu batuknya apa, karena virus influenza, virus COVID atau virus Nipah,” tutur Budi saat berkunjung di Bandara Ngurah Rai, Bali. ***
Related News
Antisipasi Konflik Timur Tengah, Airlangga Usulkan Perppu Defisit APBN
KPK Ungkap Pemda Perlu Perkuat Tata Kelola Pengadaan Barang Jasa
Pasok Listrik Bersih ke Singapura, RI Jadikan Kepri Pusat Industrinya
Polisi Menduga ada 4 Pelaku Penyiram Air Keras ke Aktivis Andri Yunus
Pulang Basamo 2026, Ribuan Perantau Diantar Berlebaran ke Sumbar
Pensiunan Lembaga Tinggi Negara Terancam Kehilangan Uang Pensiun





