EmitenNews.com - PT Trisula Textile Industries (BELL), emiten penyedia kain, seragam, dan fashion berkualitas membukukan kinerja solid sepanjang paruh pertama 2026. BELL mencatat penjualan Rp330,0 miliar atau naik 16,6 persen secara year-on-year (YoY), dengan laba bersih melonjak signifikan 62,9 persen YoY menjadi Rp13,0 miliar.

Kinerja mengesankan itu, mayoritas ditopang lini bisnis manufaktur masih menjadi tulang punggung utama dengan penjualan Rp188,4 miliar, tumbuh 13,7 persen YoY, berkontribusi 43 persen terhadap total penjualan konsolidasi. Posisi kedua, segmen distribusi tumbuhan 23,9 persen YoY senilai Rp105,9 miliar, berkontribusi 24 persen terhadap penjualan.

Peningkatan itu, mencerminkan saluran distribusi kuat dalam menyerap permintaan pasar di tengah dinamika rantai pasok industri tekstil. Di sisi lain, segmen seragam menjadi bintang pertumbuhan 322,8 persen YoY menjadi Rp66,4 miliar, dari sebelumnya Rp15,7 miliar. Capaian itu, mencerminkan lonjakan permintaan sektor korporasi maupun instansi swasta atau pemerintah, mendorong pemesanan seragam dalam skala besar.

Sementara itu, segmen retail masih menghadapi tekanan daya beli masyarakat. Akibatnya, semester I- 2026, lini bisnis retail membukukan penjualan Rp75,3 miliar. Selain didorong lini bisnis utama, kinerja solid juga didukung efektivitas strategi operasional. Laba operasional Rp22,4 miliar atau tumbuh 20,3 persen YoY, mencerminkan efisiensi terus ditingkatkan di tengah dinamika industri tekstil.

Salah satu strategi efektivitas terus dijalankan melalui peremajaan mesin secara aktif. BELL menyiapkan belanja modal (capex) Rp21 miliar tahun ini. Alokasi Rp16 miliar di antaranya untuk peningkatan permesinan segmen manufaktur. Selain itu, sisa alokasi capex dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan riset dan pengembangan (R&D) melalui Trisula Innovation Center (TIC).

Melalui TIC, BELL tidak hanya memperluas inovasi produk, tetapi juga memperkuat kolaborasi dengan pelanggan dalam mengembangkan produk sesuai kebutuhan spesifik, dan dinamika pasar. Kehadiran TIC juga mendorong pembentukan segmen pasar baru, sehingga dapat menjangkau peluang lebih terarah sekaligus mengembangkan kerja sama berpotensi menjadi sumber pertumbuhan penjualan.

Karsongno Wongso Djaja, Direktur Utama BELL, mengaku optimistis terhadap keberlanjutan kinerja positif BELL. Inovasi berkelanjutan menjadi salah satu strategi untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika industri tekstil. Pertumbuhan agresif segmen seragam, dan manufaktur mampu menopang kinerja. Itu mencerminkan keberhasilan strategi diversifikasi bisnis dari hulu ke hilir, mampu menjaga pertumbuhan di tengah dinamika pasar retail.

Melalui strategi efektivitas produksi lewat peremajaan mesin, inovasi terus dilakukan melalui TIC, dan integrasi bisnis terintegrasi, BELL optimistis kinerja positif akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2026. BELL sepanjang tahun ini, mematok pertumbuhan penjualan sebesar 8 persen dapat tercapai, didukung perbaikan permintaan pada paruh kedua tahun ini. (*)