Kinerja Kinclong, Saham FASW Justru Masih Disuspensi Imbas Free Float
:
0
Potret aktivitas di PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) atau Fajar Paper. Foto: FASW
EmitenNews.com - PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) berhasil membalikkan kinerja menjadi laba pada semester I-2026, ditopang oleh peningkatan penjualan serta keberhasilan perseroan menekan beban pokok pendapatan.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, produsen kertas kemasan tersebut membukukan penjualan neto sebesar Rp4,35 triliun, meningkat 8,48% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,01 triliun.
Seiring meningkatnya penjualan, FASW juga berhasil menekan beban pokok pendapatan menjadi Rp3,87 triliun, turun 3,73% dibandingkan semester I-2025 yang sebesar Rp4,02 triliun.
Efisiensi tersebut membuat perseroan berbalik mencatat laba bruto sebesar Rp482,51 miliar, setelah pada periode yang sama tahun lalu masih membukukan rugi bruto sebesar Rp6,86 miliar.
Meskipun beban pajak penghasilan meningkat 89,76% menjadi Rp24,1 miliar dari sebelumnya Rp12,7 miliar, perseroan tetap mampu membukukan laba periode berjalan sebesar Rp87,66 miliar. Capaian tersebut berbalik dari semester I-2025 ketika FASW masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp491,6 miliar.
Perbaikan kinerja itu turut mengangkat laba per saham dasar menjadi Rp27,21, dibandingkan periode sebelumnya yang masih mencatatkan rugi per saham sebesar Rp491,664.
Dari sisi neraca, total aset perseroan per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp12,42 triliun, meningkat 1,64% dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 sebesar Rp12,22 triliun. Kenaikan tersebut terutama didorong oleh aset lancar yang tumbuh 10,03% menjadi Rp3,18 triliun, dari sebelumnya Rp2,89 triliun.
Sementara itu, total liabilitas meningkat 1,54% menjadi Rp6,59 triliun, dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp6,49 triliun. Di sisi lain, total ekuitas juga mengalami peningkatan 1,57% menjadi Rp5,82 triliun, dari posisi per 31 Desember 2025 sebesar Rp5,73 triliun.
Dari sisi arus kas, kinerja operasional perseroan menunjukkan perbaikan signifikan. Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas operasi berhasil ditekan menjadi Rp37,62 miliar, membaik dibandingkan defisit Rp539,47 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Dengan demikian, defisit arus kas operasi menyusut sekitar 93,03% secara tahunan. Perbaikan tersebut didukung oleh meningkatnya penerimaan kas dari pelanggan yang mencapai Rp4,51 triliun.
Di sisi investasi, FASW meningkatkan belanja modal dengan membukukan arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp153,49 miliar, naik 92,76% dibandingkan semester I-2025 sebesar Rp79,63 miliar. Sebagian besar dana tersebut dialokasikan untuk perolehan aset tetap sebesar Rp94,30 miliar serta uang muka pembelian aset tetap sebesar Rp58,03 miliar.
Related News
Pendiri Galeri Seni Ini Berencana Ambil Alih Saham Mayoritas AGAR
Siapkan Aksi Korporasi, Solusi Bangun (SMCB) Audit Laporan Keuangan
Lippo Cikarang (LPCK) Sudah Gunakan Semua Dana Right Issue, Rp1,2T
BREN Raih Kredit Rp5,4T dari Bank Besar di Thailand, Ini Peruntukannya
Mau Diakuisisi, Pengendali Jual 82,5% Saham MBSS ke Entitas Ini
Right Issue Beres, RMKO Himpun Dana Rp114,3 Miliar





