EmitenNews.com - Laba PT Petrosea Tbk (PTRO) melonjak berlipat-lipat, sampai 613,1 persen. Emiten kontrak pertambangan, rekayasa, pengadaan dan konstruksi, serta jasa logistik itu, mencetak kinerja positif pada semester I-2026 dengan laba bersih mencapai USD9,17 juta. Itu berarti meningkat mencapai 613,1% dibandingkan laba bersih pada semester I-2025 sebesar USD1,29 juta.

Mengutip laporan keuangan dari keterbukaan informasi BEI, Jumat (18/9/2026), diketahui pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan Petrosea yang mencapai USD543,98 juta. Ada kenaikan 59,6% dibandingkan semester I-2025 sebesar USD340,94 juta.

Manajemen Petrosea mencatat, kenaikan laba terutama ditopang oleh membaiknya kinerja dari operasi yang dihentikan. Pada semester I-2026, segmen tersebut mencatat laba bersih USD7,62 juta, berbalik dari rugi bersih USD2,84 juta pada semester I-2025.

Sementara itu, laba bersih dari operasi yang dilanjutkan tercatat USD1,55 juta, turun 62,5% dibandingkan semester I-2025 yang mencapai USD4,13 juta.

Tekanan Biaya Operasional Membuat Laba Kotor Petrosea Sedikit Tertekan

Satu hal, di tengah pertumbuhan pendapatan, tekanan biaya operasional membuat laba kotor Petrosea sedikit tertekan. Laba kotor tercatat USD47,03 juta, turun 2,6% dari USd48,30 juta pada semester I-2025.

Laporan manajemen menunjukkan, penurunan laba kotor terjadi seiring meningkatnya beban usaha langsung menjadi USD496,96 juta, naik 69,8% dari sebelumnya USD292,64 juta. Beban penjualan dan administrasi juga meningkat 30,2% menjadi USD20,07 juta.

Beban bunga dan keuangan turut naik menjadi USD33,43 juta, atau meningkat 60,9% dibandingkan USD20,78 juta pada semesterI-2025.

Satu hal lagi, Petrosea mencatat keuntungan bersih dari pos lain-lain sebesar USD15,03 juta. Angka tersebut berbalik positif dari rugi USD3,36 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan kondisi tersebut, laba sebelum pajak Petrosea tercatat USD4,27 juta, turun dari USD7,85 juta pada semester I-2025. Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan bersih sebesar USD2,72 juta, laba dari operasi yang dilanjutkan tercatat USD1,55 juta.