Konflik AS-Iran Memanas, IHSG Cenderung Menguat
:
0
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - Aji Emitennews
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin kompak ditutup melemah. Itu dipicu letupan harga minyak mentah menjelang dirilis data inflasi. Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali semanas. Itu ditandai dengan aksi saling melancarkan serangan militer membuat harga minyak mentah kembali melanjutkan penguatan.
Minyak mentah jenis WTI tercatat telah membukukan kenaikan dalam tujuh hari berturut-turut, dan Brent kemarin menguat 1 persen menjadi USD97,92 per barel. Lompatan harga komoditas energi tersebut membuat investor fokus pada data inflasi rilis pada akhir pekan karena akan mempengaruhi keputusan The Fed pada pertemuan minggu depan.
Data inflasi tingkat produsen akan rilis pada Kamis, 9 September 2026 dilanjutkan inflasi tingkat konsumen pada Jumat, 10 September 2026. Berdasar data CME Group FedWatch Tool probabilitas kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 bps kini sebesar 59 persen. Koreksi indeks bursa Wall Street diprediksi menjadi sentimen negatif pasar.
Sementara itu, lentingan harga minyak mentah, nikel, tembaga, dan aksi beli investor asing berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat. Sepanjang perdagangan Kamis, 9 September 2026, IHSG akan menyusuri kisaran support 6.620-6.555, dan resistance 6.750-6.820.
Berdasar data dan fakta tersebut, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham sejumlah saham berikut sebagai jujukan investasi. Yaitu, Telkom (TLKM), Dharma Satya (DSNG), Triputra Agro (TAPG), Erajaya Swasembada (ERAA), Energi Mega Persada (ENRG), dan Medco Internasional (MEDC). (*)
Related News
IHSG Rentan Volatil, Sempat Dibuka ke 6.700 Lalu Turun
Potensi Transaksi Rp3,49 T, JISTE 2026 Angin Segar Emiten Perikanan
Minyak Meledak, Sektor ini Paling Diuntungkan
IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Bisa Breakout Level 6.700?
IHSG Melesat ke 6.686, Ini 3 Saham Pencetak Transaksi Tertinggi
Outlook Stabil, Pefindo Pertahankan Peringkat Tertinggi BTN idAAA





