Konflik Memanas, Laju IHSG Tersendat
:
0
Suasana penutupan perdagangan IHSG edisi 2025 di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kompak ditutup melemah. Itu dipicu lonjakan harga minyak mentah seiring kondisi geopolitik Timur Tengah makin memanas. Pada Senin, United Arab Emirates melaporkan telah mencegat, dan menjatuhkan beberapa misil dari wilayah Iran. Aksi itu, kali pertama sejak gencatan senjata Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Usai insiden tersebut harga minyak jenis WTI melejit 4,39 persen menjadi USD106,42 per barel, dan Brent surplus 5,8 persen menjadi USD114,44 per barel. Sejatinya, harga minyak sudah mulai melejit sejak awal perdagangan setelah Iran menyerang kapal perang Amerika yang berusaha melewati selat Hormuz.
Namun, aksi tersebut kemudian dibantah pusat komando Amerika melalui postingannya di media sosial x. Koreksi indeks bursa Wall Street, dan tekanan terhadap rupiah berlanjut diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Sementara itu, lonjakan harga komoditas energi berpeluang menjadi sentimen positif indeks harga saham gabungan (IHSG).
So, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah alias tersendat dengan kisaran support 6.875-6.780, dan resistance 7.070-7.165. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham Astra Agro (AALI), Dharma Satya (DSNG), Triputra (TAPG), Bukit Asam (PTBA), Japfa (JPFA), dan Indosat (ISAT). (*)
Related News
IHSG Jumat Dibuka Menguat 0,26 Persen ke 6.359, Telisik Sentimennya!
Aturan Baru PKWT & Gig Economy, Beban Efisiensi Emiten Diawasi
IHSG Cenderung Koreksi, Pantau Saham CUAN, BNBR, SMGR, ASII, dan PGEO
Waspada Pembalikan Arah IHSG, Cermati Saham-Saham Berikut!
Proyeksi IHSG (7/8) Cenderung Sideways, Cek Area Support & Resistance
Investor Nanti Sejumlah Data, Segini Tarian IHSG





