EmitenNews.com - PT Bank Jago Tbk (ARTO) terus mempercepat ekspansi bisnisnya sepanjang semester I-2026. Hingga akhir Juni 2026, penyaluran kredit Perseroan mencapai Rp26,6 triliun, meningkat 24% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp21,4 triliun, dengan kualitas aset tetap terjaga.

Perseroan mencatat rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross sebesar 0,8%, lebih rendah dibandingkan rata-rata industri perbankan nasional. Hal ini mencerminkan ekspansi kredit tetap dijalankan dengan prinsip kehati-hatian.

Pertumbuhan penyaluran kredit didukung oleh peningkatan basis nasabah dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). Hingga akhir Juni 2026, Bank Jago telah melayani 20,1 juta nasabah, termasuk 14,7 juta nasabah funding pengguna Aplikasi Jago. Jumlah tersebut bertambah hampir 3 juta nasabah dibandingkan posisi semester I-2025 yang sebanyak 17,2 juta nasabah.

Sejalan dengan itu, DPK meningkat 23% menjadi Rp27,6 triliun dari Rp22,4 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Struktur pendanaan juga semakin sehat dengan porsi current account and savings account (CASA) mencapai 53% atau sekitar Rp14,6 triliun, sedangkan deposito menyumbang Rp13,1 triliun.

Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris, mengatakan pertumbuhan bisnis tersebut didorong oleh inovasi produk dan layanan serta kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.

"Sebagai bank berbasis teknologi, pertumbuhan bisnis ini tidak lepas dari inovasi produk dan layanan kami serta kolaborasi kuat dengan mitra ekosistem strategis. Dengan begitu kami mampu menghadirkan solusi keuangan yang relevan bagi berbagai segmen nasabah, sekaligus membangun fundamental yang solid untuk pertumbuhan di masa depan," ujar Arief dalam keterangan resmi, Kamis (23/7/2026).

Kinerja positif tersebut turut mendorong total aset Bank Jago tumbuh 28% menjadi Rp41,4 triliun. Sementara itu, laba bersih setelah pajak (NPAT) melonjak 49% menjadi Rp189 miliar dibandingkan Rp127 miliar pada semester I-2025.

Dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 28,4%, Bank Jago menilai memiliki ruang yang kuat untuk melanjutkan ekspansi bisnis, memperluas kolaborasi, serta meningkatkan penyaluran kredit secara berkelanjutan.