Ludes! Emiten Boy Thohir (AADI) Lumat Seluruh Dana IPO
:
0
Pengurus Adaro Andalan kala mengikuti seremoni pencatatan perdana saham di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Adaro Andalan (AADI) telah menyerap seluruh dana hasil initial public offering (IPO) Rp4,27 triliun. Dana hasil penawaran umum perdana saham itu, terserap untuk sejumlah keperluan. Misalnya, pemberian pinjaman kepada entitas usaha.
Yaitu, sekitar Rp1,58 triliun alias 37,23 persen untuk keperluan pemberian pinjaman kepada perusahaan anak, yaitu Maritim Barito Perkasa (MBP) untuk kegiatan investasi, dan kegiatan korporasi lainnya yang mendukung peningkatan aktivitas operasional. Itu seiring lonjakan permintaan penggunaan jasa MBP sejalan pertumbuhan produksi batu bara grup perseroan.
Kemudian, sekitar 14,89 persen atau Rp635,52 miliar digunakan perseroan untuk pembayaran kembali atas sebagian pinjaman. Itu berdasar perjanjian pinjaman pada 3 Mei 2024 dengan Adaro Indonesia. Lalu, sisa Rp2,04 triliun alias 47,9 persen digunakan dengan rincian sebagai berikut.
Dana itu, oleh perseroan untuk pembayaran kembali kepada Alamtri Resources Indonesia (Alamtri) atas sebagian pokok atas pinjaman berdasarkan perjanjian pinjaman pada 24 Juni 2024. Sekadar informasi, pada 26 November 2024, emiten Boy Thohir itu, sukses mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia.
Nah, dari hajatan tersebut, perseroan mendulang dana kotor senilai Rp4,32 triliun. Lalu, dana tersebut dikorting biaya penawaran umum senilai Rp51,29 miliar. Dengan potongan biaya-biaya tersebut, perseroan meraup dana IPO bersih sejumlah Rp4,27 triliun. Dan, Dana itu telah terserap 100 persen. (*)
Related News
IRSX-iQIYI International Teken MoU Perkuat Konten & Ekosistem Digital
Sisa Dana IPO Rp3 Miliar, Emiten Voucher (DIVA) Parkirkan di BCA
Emiten Hapsoro (BUVA) Kucurkan Pinjaman Tambahan Rp22M ke Anak Usaha
Menengok Taktik Emiten SCNP Penuhi Free Float 15 Persen
BMRI–PSAB Bersiap Cum Dividen 15 September, BBCA–CMRY Cair Pekan Ini!
Salurkan KPP Rp7,4 Triliun, BTN (BBTN) Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas





