EmitenNews.com - Batubara Development mengurangi timbunan saham Singararaja Putra (SINI). Itu dilakukan dengan melepas 3,5 juta saham emiten besutan kongsian suami Puan Maharani yaitu Hapsoro Sukmonohadi alias Happy Hapsoro, dan Prajogo Pangestu tersebut. Transaksi penjualan telah ditahbiskan pada 9,13-14 Januari 2026. 

Transaksi divestasi sebanyak tiga kali tersebut terjadi dengan kisaran harga Rp13.200-15.800 per eksemplar. Dengan skenario harga tersebut, Batubara Development mengantongi dana taktis senilai Rp50,75 miliar. Nah, rincian transaksi itu sebagai berikut. 

Pada 9 Januari 2026, pengendali perseroan menjual 1 juta helai dengan harga Rp13.200 per saham senilai Rp13,2 miliar. Pada 13 Januari 2026, kembali Batubara Development mendiestasi 1,5 juta helai pada harga Rp14.500 per eksemplar sebesar Rp21,75 miliar.

Terakhir, Batubara Development menjual 1 juta helai seharga Rp15.800 per eksemplar sebesar Rp15,8 miliar. So, koleksi saham Singaraja Putra dalam pangkuan Batubara Development menjadi 74,53 juta lembar setara dengan 15,49 persen. 

Terdilusi sekitar 0,73 persen dari episode sebelum transaksi dengan tabulasi 78,03 juta lembar. Koleksi saham sebanyak itu, selevel dengan 16,22 persen. Per 31 Desember 2025, struktur pemegang saham Singaraja Putra menjadi sebagai berikut.

Yaitu, Batubara Development 16,22 persen, Autum Prima 144,3 juta helai setara 30 persen, Happy Hapsoro 43,29 juta lembar setara 9 persen, Kreasi Jasa Persada 94,94 juta saham atau 19,74 persen, dan publik 120,44 juta helai alias 25,04 persen. 

Di sisi lain, akhir pekan lalu saham SINI melejit 1.575 poin alias 9,91 persen menjadi Rp17.475 per helai. Dalam tempo sebulan terakhir saham SINI melonjak 8.275 poin alias 89,95 persen dari periode 17 Desember 2025 di kisaran Rp9.200 per lembar. 

Lompatan itu, terjadi menyusul akuisisi saham perseroan milik publik oleh entitas Petrindo Jaya Kreasi (CUAN). Ya, emiten besutan Prajogo Pangestu via Kreasi Jasa Persada telah menggenggam 94,94 juta lembar atau 19,74 persen saham perseroan. (*)