EmitenNews.com -Perkembangan teknologi yang pesat memungkinkan setiap pelaku pasar atau investor jangka panjang ataupun trader bisa melakukan transaksi untuk membeli serta menjual saham di negara tertentu yang sudah dilegalkan oleh regulator di Indonesia.

Didasarkan hal ini, munculah alternatif investasi baru yang disebut Penyaluran Amanat Nasabah ke Bursa Berjangka Luar Negeri (PALN). Alternatif ini, memungkinkan investor berinvestasi pada bursa di luar negeri secara langsung dengan harga real time. Salah satu dari produk PALN ini adalah PALN Single Stock. 

Jumlah investasi ritel pada sektor perdagangan berjangka dan komoditas di Indonesia terus tumbuh mendorong lebih banyak skema perdagangan dan investasi yang dapat membuka kesempatan dan peluang terhadap portfolio baru. Sehingga tidak dibatasi satu negara, melainkan mencakup aset dan investasi lintas negara. 

Hal inilah yang dimanfaatkan oleh Gotrade terus melakukan inisiatif atas inovasi dan ekspansi bisnis guna mengembangkan platformnya. Saat ini Gotrade memiliki 1 juta nasabah hanya di dalam negeri, belum termasuk nasabah internasional. Capaian transaksi Gotrande pada tahun 2023 mencapai Rp15 triliun.

Norman CEO Gotrade dalam sambutannya pada pemaparan outlook sektor PLAN Single Stock di tahun 2024 mengatakan, Gotrade merupakan platform investasi yang sudah lounching pada 2022, kita fokus pada aplikasi yang aman, nyaman dan mudah digunakan untuk eksposure investasi di AS, kita bekerjasama dengan ekosistem JFX, KB Valbury Sekuritas.

"Tahun 2022 instrumen investasi atau saham yang bisa di taransaksikan melalui Gotrade hanya 50, sedangkan pada 2023 naik hingga 620 saham dan tahun ini akan lebih banyak lagi," kata Norman, Kamis (25/1/2024).

Tahun 2024 ini Gotrade yang berada dibawah naungan Valbury Asia Futures memiliki ekspektasi market akan lebih baik setelah The Fed diperkirakan bakal menurunkan sukubunganya.

Stephanus Paulus Lumintang CEO Jakarta Futures Exchange (JFX) mengatakan, Gotrade sebagai sebuah platform harus di akui telah melalui fase yang tidak mudah, dimana legalitas sangatlah penting dimana kita saat ini telah memiliki kontrak-kontrak yang sah. 

Kalau kita melihat client industri seperti ini, tidak bisa kita pungkiri zaman saat ini adalah zaman teknologi, sehingga kita harus bisa memaksimalkan potensi keuangan dengan manajemen resiko yang matang dengan mengontrol emosional.

"Kalau kita berkecimpung di instrumen investasi yang tidak legal. Harus dipahami dan komper terkait penawaran investasi logis apa tidak, lalu bagaimana bisa memaksimalkan ritern secara maksimal," ujar Dia.