Mendekati Rebalancing, MSCI Ubah Metodologi Indeks Ini
:
0
Sepekan menjelang tinjauan indeks tersebut, MSCI melakukan sejumlah perubahan metodologi indeks Pendapatan Tetap (Fixed Income). Foto: Yahoo Finance.
EmitenNews.com - Morgan Stanley Capital Internasional (MSCI), lembaga penyedia indeks acuan pasar keuangan global, pekan depan akan melakukan rebalancing (tinjauan) indeks untuk periode bulan November 2026.
Sepekan menjelang tinjauan indeks tersebut, MSCI melakukan sejumlah perubahan metodologi indeks Pendapatan Tetap (Fixed Income).
Pengumuman MSCI yang dipublikasikan lewat laman resminya, Kamis (5/11/2026), menyebutkan perubahan metodologi tersebut dilakukan untuk tahun 2026 dan 2027. Perubahan metodologi ini merupakan hasil konsultasi publik dan keputusan resmi dari MSCI.
Indeks Pendapatan Tetap MSCI adalah rangkaian indeks acuan (benchmark) global yang dirancang untuk mengukur kinerja berbagai instrumen utang atau obligasi di pasar keuangan internasional.
Secara umum, cakupan dari Indeks Pendapatan Tetap MSCI meliputi beberapa klasifikasi kunci, yakni kategori instrumen utama yang menyangkut Obligasi Pemerintah dan Obligasi Korporasi.
Setelah itu, klasifikasi peringkat kredit. Indeks ini mengelompokkan obligasi berdasarkan tingkat risiko kredit yang dinilai oleh lembaga pemeringkat.
Dan yang ketiga, Climate Indexes. Lini indeks pendapatan tetap yang berfokus pada aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
MSCI menegaskan ada sejumlah perubahan dalam perhitungan Indeks Pendapatan Tetap mulai November 2026 dan Januari 2027 setelah mendapat masukan pada pelaku pasar baik itu investor institusi, manajer aset, dan pihak lainnya .
Pertama, pemasukan obligasi second lien (hak gadai kedua). Mulai November 2026, obligasi korporasi yang dijamin dengan hak gadai kedua yang memenuhi syarat kini resmi dimasukkan ke dalam Indeks Obligasi Korporasi MSCI.
Kedua, penurunan batas peringkat kredit high yield. Mulai November 2026, batas minimum peringkat kredit untuk masuk ke Indeks Obligasi Korporasi High Yield (imbal hasil tinggi) diturunkan dari CC menjadi C. Ini dilakukan agar indeks mencakup pasar high yield secara lebih luas.
Related News
Tekanan Kuartal IV Tidak Ringan, Telisik Pemicunya
Hingga Rp283 Miliar, Singapura Naikkan Denda 900% Penyebab Kabut Asap
OJK Umumkan Sanksi Terbaru Tiga Kasus Pasar Modal, Ini Rinciannya
Hasil Pemilu AS Tekan Dolar, Rupiah Pagi ini Menguat 0,14%
Dolar AS Anjlok ke 101,5, Amunisi Bagi Rupiah Untuk Bangkit
Yield Obligasi AS 10 Tahun Turun ke 4,9% Investor Berburu Safe Haven





